Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan Puskesmas Cempaka Putih dengan Materi “Deteksi Dini Tongue Tie dan Lip Tie dalam Proses MengASIhi” Oleh dr. Ayi Dilla Septarini, SpA Pada tanggal 5 Desember 2018, ketua tim Praborini Lactation Team RS Permata Bekasi, dr. Ayi Dilla Septarini, SpA menjadi narasumber dalam kegiatan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan Puskesmas Cempaka Putih dengan materi “Deteksi dini tongue tie dan lip tie dalam proses mengASIhi” yang bertempat di Aula Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Cempaka Putih dihadiri oleh undangan dari: Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Sie Kesehatan Keluarga Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Sie Pelayanan Keluarga Ikatan Bidan Indonesia Ranting Cempaka Putih Jakarta Pusat Kastpel UKP Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Kasatpel UKM Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Kasatpel WMM Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih RSIA Evasari Jakarta RS Pertamina Jaya RS Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat RSUD Cempaka Putih Jakarta Pusat Puskemsmas Kecamatan Senen Jakarta Pusat Puskesmas Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat Puskesmas Keamatan Sawah Besar Jakarta Pusat Puskesmas Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat Puskesmas Kecamatan Tanah Abang Jakarta Pusat Puskesmas Kecamatan Gambir Jakarta Pusat Puskesmas Kecamatan Menteng Jakarta Pusat Klinik Cempaka Putih Jakarta Pusat Rumah Bersalin Yayasan Santa Melania Jakarta Pusat BPM Bd Lelly, Amd Jakarta Pusat BPM Bd. I.G.A. Ayu Arianing Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan bagi tenaga kesehatan mengenai masalah menyusui pada bayi sehingga dapat melakukan deteksi dini tongue tie dan lip tie serta merujuk jika ada bayi yang mengalami kesulitan menyusui. Materi yang dibahas antara lain posisi dan pelekatan menyusui yang baik, masalah menyusui pada bayi, melakukan deteksi dini tongue tie dan lip tie, serta relaktasi. Topik yang ditentukan oleh petugas kesehatan Puskesmas Cempaka Putih merupakan topik yang sangat baik diketahui oleh tenaga kesehatan yang sehari-hari bertemu dengan ibu-ibu menyusui sehingga dapat meningkatkan angka keberhasilan menyusui eksklusif bagi anak-anak penerus bangsa kita. Acara ini dihadiri 40 orang peserta. Sesudah narasumber memberikan materi, dr. Hafidhoh Arvona dan dr. Girry Gustianugraha Muharram (suami) memberikan presentasi yang menarik mengenai testimoni pengalaman pribadi memiliki bayi dengan tongue tie dan lip tie yang pernah menjalani proses relaktasi (rawat bingung puting)