Laporan Kegiatan Menjadi Pembicara di ASTOT Gold Coast, Australia 15-16 Maret 2024

Perjalanan kali ini AP team berjumalah 7 orang dan semua menjadi pembicara pada ASTOT 2024. Kami dengan bangga membawa nama Indonesia untuk berpartisipasi dalam acara Internasional.

ASTLiT (The Australasian Society for Tongue and Lip Ties) berdiri sejak tahun 2014 berganti nama menjadi ASTOT (Australasian Society of Tethered Oral Tissues) pada tahun 2022. Topik ASOT 2024 adalah Tethered Oral Tissues  in Tots and Beyond. 

Acara ini berlangsung selama 2 hari dengan total 4 sesi di hari pertama dan 3 sesi di hari kedua. Acara dibuka oleh chairman ASTOT dr.  David Todd  (dokter spesialis anak) dari Australia.

Sesi pertama “The Tongue’s Vital Role in Health” dengan pembicara pertama drg. Yue Weng Cheu dari Singapura membawakan materi dengan judul “The Tongue and Importance for Facial Growth & Airway”. Pembicara kedua Nada Makki-Karnib Speech Pathologist dari Australia membawankan materi dengan judul “Function Redefined: A Holisyic Examination of TOTs Impact on Feeding, Dentofacial Development, Speech and Strategies for Enhanched Functionality”. Sesi kedua dengan tema “A Multidisiplinary View on TOTS and Effects of Gut Health and Beyond” pada sesi ini ada tiga pembicara yaitu”: Lauren Boundy Osteopath dari Australia membawakan materi “Osteopathic Approach to TOTs Rehabilitation from within and beyond the mouth”, Emma Park dari Australia membawakan materi “Gut health and Microbiome alterations when breast milk is substituted” dan Sarah Oakley perawat dari United Kingdom yang bergabung secara virtual membawakan materi “How do babies react to tongue-tie division and what factors may influence this?”

Sesi ketiga dengan tema “Optimising Outcome with Various Dental Procedures” dengan dua pembicara drg. Raymond Tseng dokter gigi anak dari Amerika Serikat dan drg. Angus Cameron dokter gigi anak dari Australia masing masing membawakan materi “Infant Laser Frenectomies: A Research Spotlight on Symptom Resolution” dan “Experiences with Scissor Surgical Releases in Dental Context”.

Kami dari AP team pada hari pertama menjadi pembicara pada sesi 4 yaitu Oral Abstract Presentation oleh dr. Iffa Ahsanur Rasyida Sp.A, IBCLC, CIMI, CHt dengan judul “Indonesian Awareness abput Tongue Tie”. Selain dr. Iffa terdapat 3 pembicara lainnya Sharon Smart dari Australia membawakan judul “ A Tale of Two Measures: Parents’ and Clinicians’ Perespectives after Tongue-Tie Release”, Kass Jane dari New Zeland membawakan “Are New Zeland’s Health Professionals In Agreement About Tongue-Tie?”, David Grayson dari New Zeland membawakan “Review of ethnic disparities in a New Zealand public hospital multidisciplinary tongue tie service over 5 years”.

Pada hari kedua sesi pertama dengan tema “Enhancing Recovery and Airway Function”  kembali dibawakan oleh drg. Yue Weng Cheu dengan materi “Tongue Tie and Airway Health: A Multidisciplinary Perspective” dan pembicara kedua Robyn Merkel-Walsh dari Amerika Serikat bergabung secara virtual untuk membawakan materi “Pre- and Post-Operative Neuromuscular Re-education for Tethered Oral Tissues”. Tema pada sesi kedua “Presentation and Feedig Issues and Breastfeeding Outcomes” dibawakan oleh Sarah Bombell dari Australia dan Rebecca Hill yang bergabung secara virtual dari Amerika Serikat masing-masing membawakan materi “Tongue Ties and Presentation Newborns and Older Infants” dan “Complications affecting Breastfeeding (Tongue and Lip Tie)”.

Pada hari ke dua kami menjadi pembicara pada sesi ketiga Sponsors, Rapid-Fire Talks and Poster Session. Terdapat 9 topik ada sesi ini dan 6 diantaranya dibawakan oleh team Indonesia

  1. dr. Asti Praborini, Sp.A, IBCLC, FABM dengan judul “ A Holistic Management Approach for Breastfeeding Contnuation in Infant Siblings with Marasmus Due to Tethered Oral Tissues (TOTs).
  2. Sharon Smart dengan judul “Pre- and Post-Operative Care for Children with Tongue Tie: Scoping Review”
  3. Sharon Smart dengan judul “Silent Struggles: Tongue-tie’s Unseen Impact on Families”
  4. Anna Walton dengan judul “Idiopathic Infantile Scoliosis in Neonates in relation to Breastfeeding and Tongue Tie : A Retrospective Analysis”
  5. dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.A, IBCLC dengan judul “ Delayed Frenotomy in Children: A Case Report”. 
  6. dr. Willey Eliot, M.Kes, IBCLC dengan judul “Prolonged Breastfeeding Duration Following Frenotomy for Mothers with Painful Nipples: A Descriptive Study”.
  7. dr. Augustina Santi, Sp.A, IBCLC dengan judul “Tethered Oral Tissue in Baby: Early Diagnosis and Frenotomy Play a Crucial Role in Fostering Successful Breastfeeding”.
  8. dr. Avis Hafidhaturrahmah, Sp.A, IBCLC dengan judul “ Tethered Oral Tissue (TOT) and Pediatric Tuberculosis (TB), What is the Connection?: A Case Report”.
  9. dr. Michelle, CIMI, CBS dengan judul “The Role of Frenotomy, Supplementation Therapy and Early Complementary Food in Failure to Thrive Baby with Ankyloglossia”.

Kami semua merupakan bagian dari AP team dan tersebar di seluruh Indonesia. Merupakan suatu kehormatan, kebanggan dan kebahagianan bisa turut serta sebagai delegasi Indonesia dalam acara internasional. 2 orang dari kami merupakan kali pertama menjadi pembicara Internasional. Semoga akan ada kesempatan menjadi pembicara lagi diacara yang akan datang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.