Tentang Tim Laktasi Praborini

TENTANG KAMI

Tim Laktasi Praborini

Tim laktasi Praborini adalah sebuah kelompok dengan multi-disiplin ilmu yang bersama-sama memiliki ketertarikan dalam manajemen laktasi. Terbentuk pada tahun 2009, tim kami terdiri dari dokter spesialis anak, dokter gigi, dokter umum, yang telah tersertifikasi sebagai Konselor Menyusui dan IBCLC (International Board Certified Lactation Consultants).

Diketuai oleh dr. Asti Praborini Sp.A, IBCLC,
tim ini telah berada di tiga rumah sakit di Indonesia.

Perawatan yang kami lakukan terdiri dari rawat jalan dan rawat inap untuk membantu ibu sejak kehamilan, menyusui sampai dua tahun, dan penyapihan. Kami merawat kesulitan menyusui seperti putting lecet, mastitis, abses payudara, tali lidah, tali bibir, frenotomi, rawat inap untuk bingung putting, induksi laktasi, kenaikan berat badan bayi lambat, bayi menyusui yang gagal tumbuh, menyusui pada ibu bekerja, dan lain-lain.

Penelitian kami telah diterbitkan di “Clinical Lactation”, sebuah jurnal resmi konsultan laktasi Amerika Serikat dan beberapa seminar Internasional seperti “Gold Lactation”, “Cutting Edge Symposium in Australia”, dan “IATP Summit in Denver, Colorado.

 Inilah tim kami!

dr. Asti Praborini Sp.A, IBCLC

Dr Asti Praborini SpA, IBCLC adalah seorang nenek ASI, anak beliau adalah ibu yang sukses menyusui kedua anaknya hingga 2 tahun. Pengalaman 27 tahun sebagai dokter anak meyakinkan beliau bahwa menyusui adalah yang terbaik bagi seorang ibu dan bayinya.

Sebagai pembicara nasional, dr Rini terus mengkampanyekan manfaat menyusui di tengah maraknya penggunaan susu formula di Indonesia. Beliau membangun tim laktasi yang berbasis Rumah Sakit pertama di Indonesia yang tujuannya membantu ibu agar dapat menyusui bayinya. Dr. Rini melakukan frenotomi untuk tongue tie anterior dan posterior, frenotomi untuk lip tie, mengembangkan metode “Praborini” yaitu perawatan untuk bayi bingung puting, suplementasi, induksi laktasi, dan perawatan laktasi lainnya. Beliau juga melakukan kerja pro bono di klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa dan menerima LKC award pada tahun 2011.

BANNER 728 x 90

Dr. Rini memiliki pengalaman mengajar di seminar internasional seperti Gold Lactation, Cuting Edge Seminar 2015 di Melbourne, Australia, dan International Affiliation of Tongue Tie Proffessionals Summit di Denver, Colorado 2016. Penelitian bersama Tim Laktasi telah dipublikasi di Jurnal Clinical Lactation, Jurnal resmi dari United States Lactation Consultant Association.

dr. Ratih Ayu Wulandari IBCLC

Dr. Ratih Ayu Wulandari, IBCLC adalah seorang konselor laktasi di RS Puri Cinere, Depok, Indonesia. Ia memasuki dunia laktasi karena menyadari bahwa ibu menyusui membutuhkan bantuan dan dukungan. Memiliki pengalaman menyusui pada kedua anaknya dengan tongue tie dan lip tie, membuatnya mengerti sakit nya menyusui dan mendukung tindakan frenotomy.

Saat ini dr. Ratih bergabung dengan tim laktasi praborini dan melakukan frenotomy pada tongue tie dan liptie. dr. Ratih telah memiliki pengalaman sebagai pembicara di seminar internasional yaitu Gold Lactation and Gold Midwifery Seminar. Selain itu dr. Ratih juga membuka kelas berkelompok ataupun privat mengenai laktasi, MPASI, baby led weaning, dan bayi berenang.


Dr. Ratih percaya bahwa attachment parenting adalah cara terbaik dalam pengasuhan anak, dan dr. Ratih berbagi pengalamannya melalui blog www.menjadiibu.com.

dr. Gina Swastika, IBCLC, CIMI

Mulai tertarik di Laktasi sejak praktek sebagai dokter umum di Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC), layanan kesehatan gratis untuk kaum Dhuafa. Banyak sekali dijumpai bayi yang kurang gizi ataupun gagal tumbuh karena bayi diberi susu formula yang diencerkan, atau karena ibu yang sulit menyusui bayi dengan ankyloglossia.

Sangat senang dan bahagia melihat bayi-bayi yang gagal tumbuh menjadi bertumbuh dan berkembang dengan baik dan disusui oleh ibunya sampai 2 tahun.


Mendapat sertifikat IBCLC dan CIMI di tahun 2015. Juga mempelajari ilmu akupunktur terutama untuk menunjang praktek sebagai dokter laktasi.

drg. Danar Sekartaji

Drg. Danar sekartaji lahir pada tanggal 7 September 1990. Saat bayi, drg. Danar tidak berhasil disusui eksklusif karena minimnya edukasi mengenai ASI dan menyusui pada saat itu. Oleh karena itu, setelah mengenal ilmu laktasi drg. Danar ingin berbagi ilmu mengenai dunia laktasi agar pengalaman orang tuanya tidak dialami lagi oleh masyarakat Indonesia saat ini.

Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr.Moestopo (Beragama) dengan predikat cumlaude ini memiliki ketertarikan khusus pada kedokteran gigi anak, dan ingin mendalami pertumbuhan anak sejak bayi melalui ilmu laktasi.


Saat ini drg Danar praktek sebagai dokter gigi di klinik gigi Smile Dental Lebak Bulus dan sebagai konselor menyusui di Poli Laktasi Rumah Sakit Puri Cinere.

drg. Retno Anggraeni

Drg. Retno Anggraeni lahir di Jakarta, 25 Agustus 1980 merupakan dokter gigi lulusan Universitas Padjajaran, Bandung.

Pengalaman menyusui dua anaknya membuat drg. Retno mengerti bahwa dunia menyusui sangatlah kompleks dan seorang ibu membutuhkan bantuan dan bimbingan untuk dapat menyusui. Sehingga selalin praktek sebagai dokter gigi, ia memperdalam ilmu laktasi dan menjadi konselor menyusui di RS Puri Cinere. Melihat pasien-pasiennya berhasil menyusui merupakan kepuaan batin bagi drg. Retno.


Menjadi bagian dari Tim Laktasi membuat drg. Retno belajar banyak hal baru tentang dunia menyusui.

drg. Annisa Wiraprasti

Annisa Wiraprasti adalah seorang dokter gigi dan konselor laktasi. Ia lulus dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti pada tahun 2010. Pada masa kuliah drg. Annisa memahami bahwa menyusui memiliki peranan penting dalam kesehatan gigi serta rongga mulut anak. Ia belajar bahwa kondisi mulut bayi baru lahir dapat mempengaruhi proses menyusui (contoh : frenulum yang ketat, gigi yang telah tumbuh sejak lahir, dan lain-lain) .

drg. Annisa melakukan tindakan frenotomi pada bayi lahir yang memiliki kesulitan untuk melekat pada payudara. Keinginan drg. Annisa adalah untuk dapat mendukung ibu dan keluarga nya untuk dapat berhasil menyusui.


drg. Annisa menikah dengan seorang dokter spesialis kandungan dan membantu pasien-pasien yang melahirkan sejak IMD hingga menyusui. Dari pernikahannya drg. Annisa dikaruniai dua orang anak perempuan yang berhasil disusui dua tahun. Saat ini drg. Annisa tinggal di Sumbawa untuk menemani suaminya bertugas. Drg. Annisa dapat dikontak melalui email annisa.wiraprasti@yahoo.com

dr. Ria Subekti

dr. Ria Subekti adalah seorang konselor laktasi di Rumah Sakit Permata Depok. Ia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2010, dan memiliki pengalaman masalah dalam menyusui saat sudah menjadi dokter umum.

dr. Ria memasuki dunia laktasi setelah menyadari bahwa ibu menyusui membutuhkan dukungan dan bantuan. Memiliki pengalaman menyusui anaknya dengan tongue tie dan lip tie membuatnya paham seberapa pentingnya tindakan frenotomi.


Saat ini dr. Ria tergabung dalam Tim Laktasi Praborini dan melakukan frenotomy tongue tie liptie. Dr. Ria dapat dikontak melalui email riasubekti@gmail.com

dr. Shella Riana

Dr. Shella Riana, lahir di Jakarta pada tanggal 3 September 1988, adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Lulus dari Universitas YARSI pada tahun 2012. Dr.Shella, memiliki dua anak perempuan, ia pernah gagal menyusui anak pertamanya, sehingga ia memutuskan menjadi konselor laktasi dan saat ini ia masih berjuang untuk menyusui putri keduanya. Ia ingin dapat menyusuinya hingga 2 tahun.

Dr. Shella percaya bahwa menyusui adalah hal terbaik yang bisa diberikan oleh seorang ibu kepada bayinya, dan mempunyai manfaat besar bagi bayi, ibu dan seluruh keluarga.

Saat ini membuka praktik umum di daerah Cinangka, Depok dan juga praktik sebagai konselor laktasi di RS Permata depok, dibawah asuhan tim dr. Asti Praborini, Sp.A, IBCLC.

dr. Viranda Mariska

Dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menggeluti ilmu laktasi setelah mengalami perjuangan yang cukup sulit dalam menyusui anak pertamanya. Ia menyadari bahwa ternyata ada banyak kendala dan tantangan pasangan ibu dan bayi dalam menyusui eksklusif.

Ia bertekad untuk memberikan dukungan kepada mereka agar dapat sukses menyusui bayinya.


Viranda memperdalam ilmu laktasinya melalui beberapa pelatihan dan seminar dan melakukan praktek sebagai konselor laktasi di RS Permata Depok. Viranda dapat dikontak di virandamariska@yahoo.com.

dr. Aini

Setelah mendapatkan gelar dokter medis di tahun 2007 dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, melalui ayahnya, seorang dokter anak yang juga merupakan sahabat Dr. Asti Praborini, Dokter Aini mulai mendalami bidang laktasi yang sayangnya tak pernah ia pelajari saat kuliah. Ketertarikannya di bidang laktasi terus tumbuh seiring dengan panggilan jiwanya untuk membantu ibu dan bayi dengan masalah menyusui demi mengatasi masalah mereka, serta memastikan mereka sukses memberikan ASI selama 2 tahun.

Sejak 1 Juli 2016, ia mendirikan peer group yang mendukung ibu dan bayi (bahkan juga untuk ayah) dalam menyusui. Setiap harinya, terus berdiskusi dengan para ibu menggunakan aplikasi grup chat di smartphone. Kini grup tersebut telah memiliki lebih dari 330 anggota dan diharapkan terus bertambah di masa depan. Bersama para anggota, ia juga mengkampanyekan ASI eksklusif di media sosial.