Peranan Frenotomi dan Terapi Suplementasi terhadap Gizi Buruk pada Bayi dengan Tali bibir dan Tali lidah

Oleh: dr. Michelle, CIMI, CBS

By. KAS anak pertama dari Tn. RD (35 tahun) dan Ny. AIPL (35 tahun) lahir pada usia kehamilan 38 minggu secara section ceasarea atas indikasi ibu sakit asma di rumah sakit swasta di Jawa Barat pada tanggal 1 maret 2023. By. KAS merupakan neonatus cukup bulan (NCB), sesuai masa kehamilan (SMK) dengan berat lahir 2400 gram.
Pada usia 5 hari By.KAS mengalami hyperbilirubinemia et causa breastfeeding jaundice yang ditandai warna kulit menjadi kuning. Peningkatan serum bilirubin total menjadi 18.9 mg/dL sehingga By. KAS harus dirawat dan menjalani fototerapi di rumah sakit. Berat badan By. KAS pada hari ke 5 2060 gram; turun 340 gram (14,16% dari berat badan lahir). By. KAS melakukan perawatan selama 1 (satu) hari. Pada usia 10 hari berat badan By. KAS 2300 gram; turun 100 gram (4.16% dari berat badan lahir).
Tanggal 21 Maret 2023, pada usia 20 hari datang ke poli laktasi setelah mendapat anjuran dari kakak Ny. AIPL. Berat badan By. KAS 2140 gram dengan penurunan 260 gram dari berat badan lahir sehingga dapat disimpulkan By. KAS mengalami gagal tumbuh atau failure to trive (FTT) berdasarkan kurva Badan Kesehatan Dunia (WHO) berat badan By. KAS menunjukan status gizi buruk (BB/U <-3SD). Ibu mengeluh nyeri pada puting, puting lecet, menetek lama, bayi ingin menetek terus menerus dan menetek sering terlapas-lepas. Ibu masih menetek secara langsung, terkadang memberikan ASI perah dengan cup feeder. Ibu tidak pernah memberikan ASI dengan dot. Ny. AIPL ingin menyusi anaknya sampai usia 2 tahun sesuai perintah agama dan WHO.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya tali lidah pendek berada pada posisi depan yang disebut ankyloglossia anterior dan tali bibir (lip tie) grade 4. Pada pemeriksaan payudara Ny. AIPL, didapatkan bentuk payudara simetris, nipple crack -/+ grade 3 dan supply ASI kesan normal. Dari observasi menyusui dengan cradle hold payudara kiri, bayi melekat pada puting, terlihat bibir terlipat kedalam dan ibu merasakan nyeri.
Tn. RD dan Ny. AIPL menyetujui tindakan double frenotomy dan pemberian suplementer. Setelah tindakan Ny. AIPL langsung menyusui dan Ny. AIPL tidak mersakan nyeri saat menyusui. Saat menyusu bibir tampak terlipat keluar, menghisap dengan kontinu dan hisapan terlihat lebih dalam. Ny. AIPL diajarkan senam lidah dan senam bibir yang dilakukan 5x sehari sesuai waktu shalat dan memberikan gel lidah buaya pada luka bekas tindakan 3x sehari agar tali lidah tidak menyatu kembali. Ny. AIPL diajarkan cara pemasangan, penggunaan dan pemakaian SNS (Supplemental Nursing System). SNS berisikan susu formula dengan protein terhidrolisa parsial sebanyak 6×50 cc per hari dan tetap menyusu semau bayi pagi dan malam. Ny. AIPL diberikan lagtogog 2x sehari dan salep untuk mengatasi lecet pada puting. Dianjurkan untuk melakukan perawatan kulit ke kulit antara ibu dan bayi.
Satu minggu kemudian, tanggal 28 Maret 2023, usia bayi 27 hari dengan berat bdan 2395 gram mengalami kenaikan 255 gram (36.4 gram/ hari) dari kunjungan sebelumnya. Satus gizi bayi buruk ( BB/U <-3SD). Bayi kontrol ke DSA konsultan laktasi dan disarankan untuk menaikan pemberian SNS menjadi 6x 50-60cc sehari selebihnya tetap menyusu semau bayi, bayi diberikan piracetam 2x25mg dan dilakukan vaksinasi BCG. Luka post frenotomy baik, frekuensi senam diturunkan menjadi 3x sehari, tetap memberikan gel lidah buaya 3x sehari.
Kunjungan berikutnya tanggal 6 April 2023, usia bayi 1 bulan 6 hari. Berat badan naik 18.3 gram/ hari, sebanyak 165 gram dari kunjungan sebelumnya. Satus gizi masih gizi buruk (BB/U <-3SD). Bayi mendapat SNS 6x60cc per hari dan roborantia.
Kontrol tanggal 18 April 2023, usia bayi 1 bulan 18 hari. Berat badan bayi naik 380 gram (31.6 gram/hari). Satus gizi masih gizi buruk (BB/U <-3SD). Bayi mendapat SNS 6x60cc per hari dan roborantia. Senam bibir dan lidah tidak perlu dilanjutkan, luka post frenotomy baik. Ibu dianjurkan untuk membaca buku “Anti Stress Menyusui”. Ibu dibekali surat ijin perpanjangan cuti untuk diberikan ke sekolah tempat mengajar.
Tn. RD dan Ny. AIPL datang bersama By. KAS pada tanggal 4 Mei 2023 usia By. KAS 2 bulan 4 hari. Berat badan By. KAS naik 280 gram (17.5 gram/ hari) dari kunjungan sebelumnya. Status gizi By. KAS masih gizi buruk (BB/U <-3SD). By. KAS diberikan SNS 6x60cc per hari, roborantia dan paracetamol drops 4x10mg . Dilakukan vaksinasi BCG, Hib, Hep B dan polio oral.
Pada tanggal 19 Mei 2023, datang untuk kontrol ke poli DSA, saat ini berat badan By. KAS 3755 gram, naik 535 gram (35.6 gram/ hari). Status gizi saat ini gizi kurang (BB/U <-2SD). Bayi mendapat SNS 6x60cc per hari dan roborantia. Ijin perpanjangan cuti untuk Ny. AIPL diberikan oleh sekolah tempat mengajar sampai tanggal 14 Juli 2023.
Kontrol ketujuh pada tanggal 2 Juni 2023, usia 3 bulan 3 hari, By. KAS mengalami kenaikan berat badan 430 gram (30.7 gram/ hari). Status gizi masih gizi kurang (BB/U <-2SD). By. KAS mendapat SNS 6x60cc per hari, roborantia, suplemen zat besi dan suplemen vitamin D3 dengan fluoride. Dianjurkan untuk kontrol pada 20 Juni 2023.
Datang pada tanggal 14 Juli 2023, usia 4 bulan 15 hari berat badan By. KAS 5100 gram, naik 21.8 gram/ hari. Status gizi saat ini gizi kurang (BB/U <-2SD). SNS diturunkan menjadi 3x30cc, memberikan MPASI dini, roborantia, supplemen zat besi, dan Vitamin D3 yang mengandung fluoride. Dianjurkan untuk ke poli laktasi untuk edukasi makanan pendamping ASI (MPASI). Ibu diberikan edukasi pemberian MPASI pada usia 4 bulan diperbolehkan oleh WHO jika berat badan bayi tidak meningkat dengan baik. Ibu diedukasi cara mempersiapkan MPASI sesuai ketentuan WHO, makanan 4 bintang, porsi makan bayi, frekuensi makan, tekstur, komposisi dan contoh menu MPASI. Menyampaikan menu dengan padat kalori seperti penggunaan santan, minyak dan mentega. Ibu dianjurkan untuk membaca buku “Antiribet MPASI”.
Kunjungan berikutnya tanggal 28 Juli 2023 kontrol ke DSA berat badan By. KAS mengalami kenaikan 290 gram (20.7 gram/hari). Status gizi By. KAS saat ini gizi baik (BB/U -2SD). By. KAS sudah mendapatkan MPASI sesuai anjuran WHO dengan kenaikan porsi dan tekstur bertahap. SNS diberhentikan, roborantia, suplemen zat besi dan vitamin D3 yang mengandung fluoride.

Gambar 1. Grafik Pertumbuhan Berat Badan terhdap Usia (BB/U) Bayi KAS (Z-score WHO)
TanggalUsiaBerat BadanPerubahan Berat BadanStatus GiziTindakan
1 Maret 20231 hari2400 gram SMK 
21 Maret 202320 hari2140 gram260 gram (10,8% dari BBL)FTT (failure to thrive), <-3SD (Gizi Buruk)Double frenotomyEdukasi senam lidah dan bibir 5x sehariGel lidah buaya 3x sehariSNS 6x50cc per hari Ibu: Lagtogog 2×2, Cream SPS setelah menyusui
28 Maret 202327 hari2395 gram­255 gram, 36.4 gram/hari<-3SD (Gizi buruk)Senam Lidah dan bibir 3x sehariGel lidah buaya 3x sehariSNS 6×50-60cc per hariroborantia Imunisasi BCG
6 April 20231 bulan 6 hari2560 gram­165 gram, 18.3 gram/hari<-3SD (Gizi buruk)Senam lidah dan bibir 3x sehariSNS 6x60cc per hariroborantia
18 April 20231 bulan 18 hari2940 gram­380 gram, 31.6 gram/hari<-3SD (Gizi buruk)Stop senam lidah dan bibirSNS 6x60cc per hariroborantia Surat ijin untuk perpanjang-an cuti ibuMembeli buku “Anti Stress Menyusui”
4 Mei 20232 bulan 4 hari3220 gram­280 gram, 17.5 gram/ hari<-3SD (Gizi buruk)SNS 6x60cc per hariroborantia Paracetamol drops 4x10mgImunisasi BCG, Hib, Hep B, polio oral
19 Mei 20232 bulan 19 hari3755 gram­535 gram, 35.6 gram/hari<-2SD (Gizi kurang)SNS 6x60cc per hariroborantia Ijin perpanjangan  cuti Ny. AIPL disetujui hingga 14/7/23
2 Juni 20233 bulan 3 hari4185 gram­430 gram, 30.7 gram/hari<-2SD (Gizi kurang)SNS 6x60cc per hariroborantia Suplemen zat besiVitamin D3 dengan fluoride
14 Juli 20234 bulan 15 hari5100 gram­915 gram, 21.7 gram/ hari<-2SD (Gizi kurang)SNS 6x30cc per hariroborantia Suplemen zat besiVitamin D3 dengan fluorideMPASI diniEdukasi MPASI sesuai WHOEdukasi MPASI padat kalori  
28 Juli 20234 bulan 29 hari5390 gram­290 gram, 20.7 gram/hari-2SD (gizi baik)Stop SNSroborantia Suplemen zat besiVitamin D3 dengan fluoride
Tabel 1. Pertumbuhan Berat Badan dan Status Gizi

Diskusi

Menyusui adalah suatu proses kerjasama antara ibu dan bayi serta membutukan dukungan dari suami, keluarga dan tenaga kesehatan terlatih untuk keberhasilan proses menyusui. Ibu perlu untuk mendapatkan pengetahuan mengenai cara memposisikan bayi dan pelekatan yang baik sejak sebelum bayi lahir. Dukungan dan evaluasi selama proses menyusui akan meningkatkan angka keberhasilan menyusui. 1

            Pada kasus By. KAS, ibu mengeluh nyeri saat menyusui, bayi ingin menetek terus-menerus, saat menetek sering terlepas-lepas, puting lecet. Setelah diperiksa oleh dokter laktasi diketahui bahwa bayi memiliki tongue tie anterior dan lip tie grade IV (ankyloglossia). Setelah dilakukan pengkajian dengan menggunakan Carole Dobrich score didapatkan hasil 9/10  dan 9/10 mengindikasikan perlunya dilakukan frenotomy tali lidah dan tali bibir.

BANNER 728 x 90

            Posisi dan pelekatan bayi sangat menentukan keberhasilan proses menyusui. Pelekatan yang baik ditandai dengan dagu bayi mempel pada payudara, sebagian areola masuk kedalam mulut bayi, bibir bayi terlipat keluar, mulut bayi terbuka lebar setidaknya 130-160 derajat.Pada saat bayi menghisap, mulut akan bekerja sepeti vakum dengan tekanan negatif dan mengosongkan isi payudara. Vakum dapat tercipta jika bibir bayi terlipat keluar, pipi cembung, lidah dapat menjulur melewati gusi bawah saat menyusu. 2 Faktor kelainan anatomi seperti adanya tali lidah dan tali bibir akan menghambat mulut bayi untuk membuat pelekatan yang benar.3

            Ankyloglossia atau biasa disebut tongue tie adalah adanya selaput membran tipis sisa jaringan embriologis terletak di garis tengah bawah lidah yang merestriksi gerakan lidah dan mengganggu fungsi lidah.Insidens terjadinya tongue tie yang dilaporkan adalah 3-10% dari populasi, namun masih sedikit tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan dan melaporkan kasus tongue tie. Adanya tali lidah berkaitan erat dengan keberhasilan proses menyusui. 4

            Adanya tali lidah mengakibatkan lidah bayi tidak dapat terjulur melewati gusi bawah sehingga mulut bayi tidak dapat menghasilan vakum tekanan negatif dan kurang optimal saat mengosongkan payudara. Hal ini dapat mengakibatkan puting ibu menjadi lecet, ibu merasakan nyeri saat menyusui, infeksi payudara, penurunan produksi asi karena penggosongan yang kurang optimal.2

            Tali bibir (lip tie) adalah membrane tipis pada bagian atas bibir yang menempel pada gusi atas. Dengan adanya tali bibir menyebabkan bibir bayi terlipat ke dalam saat menyusu, menyebabkan rasa nyeri pada puting ibu, sehingga setelah menyusu dapat diliat adanya dua warna pada bibir bayi dengan karakteristik bagian dalam lebih pucat dari pada bagian luar bibir. 2

                Frenotomy adalah prosedur yang dilakukan untuk membebaskan membrane frenulum lingualis  dan labialis sehingga lidah dan bibir dapat bergerak dengan bebas. 4 Tindakan frenotomi yang dilakukan menggunakan metode Pare dimana tali lidah akan digunting sedikit kemudian didorong dengan jari telunjuk sampai menyentuh otot lidah. Tindakan ini dapat dilakukan diruang praktek. Setelah tindakan bayi segera disusui ibu untuk menghentikan perdarahan. 2,4  Penting dilakukan senam lidah dan senam bibir untuk mencegah tali lidah dan tali bibir melekat kembali. 2

            Tindakan frenotomi yang tertunda akan berdampak pada status nutrsi bayi karena kurang optimalnya transfer ASI dari ibu ke bayi sehingga mengakibatkan pertumbuhan terhambat. Pelekatan bayi yang kurang optimal mengakibatkan keterlambatan kenaikan berat badan (Slow weight gain) atau bahkan gagal tumbuh (failure to thrive). Pertumbuhan berat badan dikatakan lambat jika bayi kurang dari 2 minggu mengalami penurunan 10% atau lebih pada usia 2 minggu atau bayi usia 2 minggu sampai 3 bulan dengan kenaikan kurang dari 20 gram per hari. Gagal tumbuh (failure to thrive) adalah bayi dengan berat badan dibawah -3 persentil atau z-score <-2SD dan jika berat badan bayi terus turun setelah hari ke 10 dan tidak kembali ke berat badan lahir pada usia 3 minggu atau berada dibawah presentil ke-10 pada akhir bulan pertama. 5

            Pada kasus By. KAS, bayi lahir cukup bulan sesuai masa kehamilan. Saat usia 20 hari berat badan bayi belum kembali ke berat badan lahir dan status gizi buruk (z-score <-3SD). Bayi didiagnosis dengan gagal tumbuh (failure to thrive) berat badan By. KAS 2140 gram, berat badan lahir 2400 gram, dimana berat badan minimal gizi baik pada usia 20 hari adalah 2933 gram dan berat badan minimal gizi kurang adalah 2466 gram. Perawatan perbaikan gizi bayi dilakukan secara holistik  dengan penggunaan SNS (Supplemental Nursing System) dengan dosis titrasi dan tetap menyusui semau bayi.

            SNS (Supplemental Nursing System) adalah praktek memberikan tambahan nutrisi untuk bayi selain mendapat ASI secara langsung dari payudara. Isi SNS dapat berupa ASI perah, donor ASI maupun susu formula. 5

            Saat By. KAS berusia 4 bulan, diberikan MPASI dini dengan tujuan untuk membantu meningkatkan status gizi bayi. Kekurangan gizi pada tahun pertama kehidupan sangat berpengaruh terhadap perkembangan otak sehingga harus ditangani sebaik mungkin. 5 Pemberian MPASI dini sesuai dengan anjuran WHO yang menyatakan pemberian makanan pendamping ASI dapat dimulai pada usia 4-6 bulan jika: kenaikan berat badan bayi tidak adekuat dengan hanya menyusui atau bayi sudah sering mendapatkan ASI tetapi masih menunjukkan rasa lapar sesaat setelah selesai menyusu. Pada kasus ini By. KAS mendapat MPASI pada usia 4 bulan dengan tujuan menurunkan suplementasi dan menaikkan berat badan.

            MPASI yang diberikan untuk By. KAS sesuai dengan standar 4 bintang (protein hewani, protein nabati, lemak, karbohidrat, sayuran) dan mengikuti petunjuk 10 prinsip pemberian MPASI menurut WHO (1) Menyusui selama 6 bulan, kemudian beri MPASI sambil terus menyusui bayi. (2) Lanjutkan menyusu semau bayi sampai 2 tahun. (3) Terapkan active-responsive feeding (4) Perhatikan kebersihan makanan dan cara menyimpan makanan yang benar. (5) Mulai pemberiannya dengan jumlah sedikit lama-lama bertambah banyak. (6) Tingkatkan tekstur makanan sesuai pertumbuhan bayi. (7) Tingkatkan frekuensi makan sesuai pertumbuhan bayi. (8) Berikan berbagai variasi makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. (9) Gunakan makanan terfortifikasi atau suplemen sesuai indikasi. (10) Perhatikan cara pemberian makanan saat bayi sakit.6 

KESIMPULAN

Pada kasus ini gagal tumbuh disebabkan oleh pelekatan yang kurang optimal dikarenakan adanya tali lidah dan tali bibir. Tali lidah dan tali bibir merupakan salah satu penyulit bayi untuk bisa menyusu langsung pada payudara ibu dan juga merupakan penyulit ibu untuk dapat menyusui karena nyeri yang dirasa saat menyusui.

             Hisapan yang kurang optimal menyebabkan konsumsi ASI yang tidak adekuat sehingga menyebabkan gagal tumbuh dan status gizi buruk pada bayi. Produksi ASI juga menurun dikarenakan pengosongan payudara yang tidak optimal. Tindakan frenotomi dilakukan untuk memperbaiki pelekatan agar menjadi optimal sehingga transfer ASI dan kenaikan berat badan menjadi baik.

            Terapi suplementasi diberian agar bayi mendapat asupan yang memadai dan meningkatkan produksi ASI karena bayi tetap menghisap di payudara ibu.  MPASI dianjurkan pada usia 4 bulan agar ibu bisa melepas suplementasi susu formula dan meningkatkan berat badan bayi hingga mencapai berat badan ideal. Terbukti setelah mendapat MPASI dini 2 minggu dan menurunkan dosis suplementer status gizi By. KAS menjadi gizi baik.

            Dukungan ayah dan keluarga serta tempat bekerja menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pada kasus ini.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Dieterich MC, Felice JP, O’Sullivan E, Rasmussen KM. Breastfeeding and Health Outcames for the Mother-Infant Dyad. Pediatr Clin North Am. 2013 Feb; 60 (1):31-48. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3508512/
  2. Praborini A, Wulandari RA. Anti Stres Menyusui. Jakarta: Kawan Pusaka, 2018.
  3. Praborini A, Purnamasari H, Munandar A, Wulandari RA. Early Frenotomy Improves Breastfeeding Outcomes for Tongue-Tied Infant. United States Lactation Consultant 2015; 6(1): 9-15.
  4. Knox I. Tongue Tie and Frenotomy in Breastfeeding Newborn. Neoreviews. 2010; 11(9), e513-e519. http://www.lunalactation.com/KnoxTT.pdf
  5. Praborini A, et al. 2018. A Holistic Supplementation Regimen for Tongue-Tied Babies With Slow Weight Gain and Failure to Thrive. Clinical Lactation Vol 9 Issue 2, DOI: 10.1891/2158-0782.9.2.78.
  6. Direktorat Gizi Masyarakat Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Manajemen Makanan Pendamping ASI. 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.