REATTACHMENT PADA BAYI DENGAN ANKYLOGLOSSIA 

Ditulis oleh: dr. Dira Firzanti – Dokter Laktasi, Bekasi. 

Bayi M adalah anak kedua dari pasangan Ny. N dan Tn. D, bayi perempuan yang lahir secara secsio caessaria di usia kehamilan 38-39 minggu di RS swasta di Cibitung, Jawa Barat pada tanggal 19 Agustus 2023. By. M merupakan bayi cukup bulan (NCB), sesuai masa kehamilan (SMK) dengan berat lahir 2670 gr dan panjang 48 cm. Bayi lahir dengan menangis kuat dan langsung dibawa ke perina dan tidak dilakukan IMD. Setelah bertemu dengan bayinya 6 jam kemudian bayi dicoba langsung menyusu pada payudara ibu. Ibu merasa ASI belum keluar dan bayi tidak melekat dan menghisap dengan baik. Saat menyusui Ibu merasa sakit saat bayi menghisap. Ibu menemui konselor laktasi (dr.D) dan dinyatakan bayi mempunyai tongue tie medial posterior dan lip tie grade 3 dan di insisi H+1. Berat badan bayi saat keluar dari RS 2580gr. Selama kehamilan Ibu rajin memeriksakan kehamilannya di dokter spesialis obstetric dan gynecology, dan mendapat edukasi laktasi selama kehamilan. 

Ibu memiliki 2 orang anak. Anak pertama 2 tahun 3 bulan, Perempuan, diteteki selama 22 bulan. Ibu berkeinginan agar anak keduanya mendapatkan ASI selama 2 tahun. Ibu sedang cuti bekerja dan Ayah bekerja di RS di Karawang. Ibu mengasuh bayi dibantu asisten rumah tangga di rumah. 

Ibu kontrol 25 Agustus 2023 ke DSA IBCLC saat bayi berusia 6 hari dan mengatakan bahwa menyusui bayi masih kurang nyaman dan kadang suka nyeri. Senam lidah kadang terlewat dan penggunaan aloe vera gel juga tidak diberikan. Lalu didapatkan berat bayi naik 8gr/hari menjadi 2620gr dan dikatakan terdapat penempelan kembali jaringan bawah lidah bayi, maka dilakukan dorong tumpul oleh DSA IBCLC, setelah itu terdapat sedikit perdarahan dan hilang saat langsung di susui oleh Ibu. Ibu diingatkan bahwa pemberian aloe vera gel tidak boleh terlewat saat dilakukan senam lidah dan diberikan aloe vera gel dan triamcinolone salep pada bekas insisi selang seling setiap senam lidah 5x sehari. Perubahan setelah ditangani oleh dapat dirasakan oleh ibu, dari yang merasa agak nyeri saat menyusui, menjadi tidak nyeri, dan bayi terlihat hisapannya lebih dalam dan bayi terlihat puas saat menyusu. Diharapkan ibu kontrol seminggu kemudian. 

30 Agustus 2023, Ibu kontrol saat bayi berusia 11 hari didapatkan berat badan naik 48gr/hari menjadi 2860gr. Status gizi baik. BB/U 2SD. Tidak didapatkan sisa jaringan bawah lidah, dan dari observasi menyusui terlihat bayi lebih tenang dan menyusu lebih kontinu. Ibu mengatakan senam lidah dan pemakaian aloe vera gel dan salep triamcinolone selalu dilakukan saat senam lidah setelah kontrol minggu lalu. Dan senam lidah di turunkan frekuensinya menjadi 4x/hari. Ibu diharapkan kontrol seminggu kemudian. 

BANNER 728 x 90

Tanggal 8 September 2023 ibu kontrol saat bayi berusia 20 hari. Didapatkan peningkatan berat badan 48,8gr/hari menjadi 3300gr. Status gizi baik (BB/U -1SD). Tidak terdapat sisa jaringan pada bekas insisi, senam lidah tetap dilakukan 4x/hari selama 1 minggu kedepan. 

Saat bayi berusia 1 bulan 16 hari terdapat peningkatan berat badannya 36,8gr/hari menjadi 4300gr. Status gizi baik (BB/U med). 

Tabel 1. Pertumbuhan Berat Badan dan Status Gizi Pada Bayi M 

Gambar 1. Grafik pertumbuhan berat badan bayi M 

DISKUSI 

Aloe vera gel adalah gel yang berasal dari tanaman lidah buaya. Aloe vera gel bekerja menstimulasi fibroblas dan makrofag, meningkatkan pembentukan kolagen dan sistesis proteoglikan, meningkatkan fungsi hormon faktor pertumbuhan dan granulasi, antiseptik dan antiinflamasi sehingga mempercepat penyembuhan luka dan bekerja melapisi dengan membuat lapisan tipis, dan menghambat kuman masuk kedalam bekas luka dan mencegah infeksi. i 

Luka merupakan hilangnya integritas epitelial. Saat barrier ini rusak karena berbagai penyebab, maka jaringan tidak dapat melaksanakan fungsinya secara adekuat. Oleh karena itu sangat penting untuk mengembalikan integritasnya sesegera mungkin. Penyembuhan luka melibatkan proses yang kompleks. Pemberian lidah buaya terutama lendirnya secara topikal pada luka dapat mempercepat proses penyembuhan luka karena lendir lidah buaya mengandung glikoprotein, yang mencegah inflasi rasa sakit dan mempercepat perbaikan dan glukomanan, yaitu senyawa yang diperkaya dengan polisakarida yang dapat mempengaruhi faktor pertumbuhan fibroblas dan merangsang aktivitas dan proliferasi sel dan meningkatkan produksi dan sekresi kolagen sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka. ii 

Latihan pasca frenektomi lingual berperan penting dalam mempercepat penyembuhan, mengurangi nyeri dan bengkak, serta memulihkan fungsi mulut. Memasukkan latihan ini ke dalam rutinitas perawatan pasca frenotomi dapat membantu Anda mencapai pemulihan yang lancar dan sukses. Penting untuk diingat bahwa proses penyembuhan setiap orang adalah unik dan yang terbaik adalah mengikuti setiap langkah prosedur senam lidah yang diajarkan. 

Penting juga untuk memulai secara perlahan dan secara bertahap meningkatkan intensitas dan frekuensi latihan seiring dengan kemajuan penyembuhan luka. Dengan perawatan yang tepat, kesabaran, dan dedikasi, bayi dapat pulih sepenuhnya setelah frenotomi dan menikmati manfaat peningkatan fungsi mulut dan kualitas hidup. iii 

KESIMPULAN 

Dalam setiap kasus post-frenotomy akan didapatkan sedikit perlukaan yang kemungkinan besar akan menyatu kembali, dan hal itu tidak diinginkan oleh kita. Melakukan senam lidah yang benar dan pemberian aloe vera gel merupakan kolaborasi yang sama besar keutamaannya untuk mencapai hasil yang maksimal, yaitu penutupan bekas luka frenotomy dan tidak menyambung kembali jaringan yang diinsisi. 

REFERENSI

i https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6330525/

ii https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/902 

iii https://edgeoflongevity.com/blog-1/exercises-after-lingual-frenectomy-essential-steps-to-healing  

Leave a Reply

Your email address will not be published.