Seminar “Dukung Ibu Bekerja Sukses Menyusui” oleh Dinas Kesehatan Balikpapan dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia 2023

Ditulis oleh : dr.Nuria Ikhsyania, IBCLC

Ibu bekerja yang ingin menyusui bayinya dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti:

1. Manajemen waktu: Ibu bekerja harus membagi waktu antara pekerjaan dan menyusui bayi. Mobilitas kerja yang terlalu tinggi bisa menyulitkan kegiatan menyusui dan Ibu bekerja harus menyisihkan waktu di sela-sela jam kerja untuk memompa ASI.

2. Jumlah ASI perah sedikit: Ibu bekerja mungkin mengalami produksi ASI yang sedikit karena stres dan kelelahan akibat pekerjaan. Banyak ibu menyusui mengatakan bahwa salah satu tantangan yang paling umum adalah perasaan bahwa mereka tidak memproduksi ASI yang cukup.

3. Bayi bingung putting: Bayi mungkin kesulitan untuk menyusu pada puting ibu setelah terbiasa dengan botol susu. 

BANNER 728 x 90

4. Puting lecet: Ibu bekerja yang memompa ASI mungkin mengalami puting lecet akibat penggunaan pompa ASI yang tidak sesuai atau terlalu sering memompa ASI. 

5. Ketersediaan tempat: Ibu bekerja membutuhkan tempat yang nyaman dan aman untuk memompa ASI di tempat kerja.

Oleh karena itu, ibu bekerja perlu memperhatikan manajemen waktu dan kesehatan diri agar dapat memproduksi ASI yang cukup dan memberikan ASI yang baik untuk bayinya, dengan tetap mempertimbangkan media pemberian ASI perah yang mendukung tujuan menyusui di payudara sampai usia 2 tahun. Selain itu, perusahaan juga dapat membantu dengan menyediakan tempat yang nyaman dan aman untuk memompa ASI di tempat kerja.

Pada Kamis, 27 September 2023, Praborini Lactation Team yang diwakili oleh dr.Nuria Ikhsyania, IBCLC memenuhi undangan Dinas Kesehatan Balikpapan untuk menjadi narasumber seminar “Dukung Ibu Bekerja Sukses Menyusui” dalam rangka Pekan Menyusui Sedunia 2023 yang mengusung tema besar ‘Berdayakan Menyusui, Tingkatkan Dukungan Bagi Orang Tua Bekerja’. Acara diadakan di Ballroom Hotel Grand Senyiur Balikpapan, dengan 150 audience yang terdiri dari HRD perusahaan, nakes Puskesmas, PKK, disnaker, organisasi wanita dan dinas terkait. Dalam seminar ini juga dipraktekkan berbagai posisi menyusui agar bayi bisa melekat dengan baik, manajememen ASI perah dan cara memberikan ASI perah dengan media gelas.

Bangga sekali ternyata semua Puskesmas di Kota Balikpapan sudah punya konselor dan punya policy untuk mendampingi ibu menyusui. Mari bersama jadi dukungan yang dibutuhkan oleh orang tua bekerja untuk sukses menyusui sampai 2 tahun, karena perempuan adalah aset perusahaan, bukan beban. Kita semua bisa berperan memenuhi hak anak untuk punya awal yang sama baiknya ❤️

Leave a Reply

Your email address will not be published.