Menyusui Selama COVID-19 Pandemi

Disusun oleh: dr. Ranti A Hannah, SpA, IBCLC

 

Wabah virus corona baru bernama “SARS-CoV-2” menyebabkan penyakit pernapasan yang disebut penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) yang berasal dari Wuhan, Cina. Penyakit ini telah menyebar secara global dalam beberapa bulan terakhir dan telah dinyatakan sebagai pandemi. Bagaimana kami dapat menyarankan ibu menyusui selama waktu ini?

Karena informasi baru muncul setiap hari, ini adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan berdasarkan pedoman tentang menyusui dan COVID-19 hingga saat ini.

  1. Bisakah COVID-19 ditularkan melalui ASI?
    Pada beberapa kasus wanita dengan COVID-19 dan infeksi coronavirus lainnya yang dilaporkan hingga saat ini, tidak ada bukti SARS-CoV-2 yang terdeteksi dalam ASI; Namun, belum diketahui apakah COVID-19 dapat ditularkan melalui ASI (yaitu, virus menular dalam ASI) .1,2
  2. Apakah aman bagi ibu dengan COVID-19 untuk menyusui?
    Semua ibu yang tinggal di area yang terkena dampak COVID-19 dan berisiko,  yang memiliki gejala demam, batuk atau kesulitan bernapas, harus mencari perawatan medis lebih awal, dan mengikuti instruksi dari penyedia layanan kesehatan. Bagaimana memulai atau melanjutkan menyusui dapat ditentukan dengan Ibu yang berkoordinasi dengan keluarga dan praktisi perawatan kesehatannya.1Saat ini, perhatian utama bukanlah apakah virus dapat ditularkan melalui ASI, melainkan apakah ibu yang terinfeksi dapat menularkan virus melalui residu tetesan pernapasan selama periode menyusui.1Pilihan untuk menyusui adalah pilihan Ibu dan keluarga. Mempertimbangkan manfaat menyusui dan peran ASI yang hingga saat ini tidak berkaitan dalam penularan virus penyakit pernapasan melalui proses menyusui, maka Ibu dapat tetap menyusui, sambil menerapkan semua tindakan pencegahan yang diperlukan.3Jika ibu baik-baik saja dan hanya terpapar atau pasien dalam pengawasan (PDP) dengan gejala ringan, menyusui adalah pilihan yang sangat masuk akal dan diikuti dengan tindakan mengurangi risiko pemaparan residu pernapasan ibu pada sistem respirasi bayi.2Pada Ibu menyusui yang menunjukan gejala sedang masih bisa menyusui. Hal ini harus diikuti dengan tindakan pencegahan yang diperlukan termasuk mengenakan masker ketika dekat anak (termasuk saat menyusui), mencuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan anak (termasuk menyusui), dan membersihkan / melakukan disinfeksi permukaan yang terkontaminasi.2,3Jika seorang ibu terlalu sakit, disarankan untuk memerah ASI dan memberikannya kepada anak melalui cangkir bersih dan / atau sendok oleh seseorang yang sehat. Jika memerah ASI dengan pompa ASI manual atau listrik, ibu harus mencuci tangan sebelum menyentuh pompa atau bagian botol apa pun dan mengikuti rekomendasi untuk pembersihan pompa yang benar setelah digunakan.
  3. Bagaimana cara menyusui secara aman dengan isolasi sendiri?
    Orang dengan infeksi COVID-19 yang dikonfirmasi harus tetap terpisah (tindakan pencegahan isolasi rumah) dari anggota keluarga lain dan teman atau tetangga termasuk bayi, kecuali untuk menyusui. Idealnya ada orang dewasa lain yang tidak terinfeksi untuk merawat kebutuhan bayi termasuk memberi ASI kepada bayi  setelah Ibu memerah ASI untuk menjaga suplai ASInya. Ibu harus selalu mencuci tangan dengan hati-hati dan menggunakan masker seperti yang disebutkan di atas selama setidaknya 5-7 hari sampai batuk dan  pernapasan membaik secara signifikan. Sebaiknya Ibu segera konsultasi ke tenaga kesehatan dan / atau departemen kesehatan dalam keputusan untuk menghentikan tindakan pencegahan isolasi di rumah.2
  4. Bagaimana cara menyusui selama isolasi di rumah sakit?
    Jika Ibu memiliki COVID-19, mungkin lebih mengkhawatirkan, tetapi masih bisa memilih untuk menyusui dan memberikan ASI untuk bayinya. Membatasi bayi dari paparan sekresi pernapasan memerlukan kehati-hatian yang lebih, tergantung pada keparahan penyakit Ibu.Ada beberapa pilihan di rumah sakit mengenai kondisi Ibu menyusui dan bayinya :
    a. Rooming-in (ibu dan bayi tinggal di ruangan yang sama tanpa pasien lain di ruangan itu) dengan bayi tidur di keranjang berjarak 6 kaki (1.8 meter) dari tempat tidur ibu dan mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari penyebaran virus ke bayinya. Hal ini termasuk mencuci tangannya sebelum menyentuh bayi dan mengenakan masker wajah, untuk kontak langsung dengan bayi dan saat menyusui di payudara. Idealnya, harus ada orang dewasa sehat lain yang ikut membantu merawat bayi di kamar.
    b. Pemisahan sementara – terutama karena ibu sakit dengan infeksi COVID-19 dan membutuhkan perawatan medis untuk dirinya sendiri di rumah sakit. Ibu yang berniat menyusui / melanjutkan menyusui harus dianjurkan untuk memerah ASInya untuk menstimulasi dan menjaga produksi ASI. Jika memungkinkan, pompa payudara khusus harus disediakan. Sebelum memerah ASI, Ibu harus membersihkan tangan. Setelah setiap sesi pemompaan, semua bagian yang bersentuhan dengan ASI harus dicuci secara menyeluruh dan seluruh pompa harus didesinfeksi dengan tepat sesuai instruksi pabrik. ASI yang diperah harus diberikan kepada bayi baru lahir oleh pengasuh yang sehat.2

 

Referensi

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Interim Guidance on Breastfeeding for a Mother Confirmed or Under Investigation for COVID-19
  2. ACADEMY OF BREASTFEEDING MEDICINE (ABM) STATEMENT ON COVID-19. March, 10, 2020.
  3. UNICEF Coronavirus-19 Disease (COVID-19): What Parents Should Know. How to protect yourself and your children.

Leave a Reply

Your email address will not be published.