Kapan Ibu Menyusui Perlu Dirawat?

Ditulis oleh dr Nisa Uswatun Karimah

Masa menyusui merupakan masa yang membahagiakan bagi seorang Ibu. Pada saat itulah, Ibu dapat memberikan nutrisi terbaik bagi Buah Hati, serta menambah kelekatan antar Ibu dan Buah Hati. Akan tetapi, terkadang timbul permasalahan saat menyusui, bahkan dapat berujung Ibu dan bayi perlu dirawat di Rumah Sakit. Apa saja penyebabnya? Yuk, simak beberapa masalah menyusui yang perlu perawatan sebagai berikut:

 

Bingung Puting
Bingung puting merupakan kondisi bayi yang mengalami kesulitan untuk menyusu langsung pada payudara karena telah mendapatkan asupan (berupa ASI perah atau susu formula) melalui media lain, terutama botol dot. Pada saat menyusui langsung dari payudara Ibu, bayi berusaha untuk menghisap areola menggunakan koordinasi banyak otot pada wajahnya (11 otot) dengan mencembungkan pipi, sehingga untuk mendapatkan ASI, bayi memerlukan usaha yang lebih kuat. Aliran dari dot biasanya lebih deras dan cepat keluar, sehingga bayi lebih mudah menghisap hanya dengan menggunakan sebagian kecil otot wajahnya (1 otot) dengan mencekungkan pipi. Jika bayi terbiasa menggunakan dot, lama-kelamaan bayi menjadi menolak menyusu langsung dari payudara dan berujung pada turunnya produksi ASI Ibu.

 

Selain dot, bingung puting juga dapat disebabkan oleh media lain seperti gelas, sendok, atau pipet. Bila media tersebut berisi ASI perah atau susu formula dan diberikan langsung oleh Ibu kepada bayi, bayi biasanya menjadi bingung karena yang seharusnya dia tahu adalah bahwa satu-satunya asupannya adalah ASI dan satu-satunya cara minum ASI itu hanyalah dengan menghisap langsung dari payudara saat bersama Ibunya. Namun, memang banyak faktor penyebab yang melatarbelakangi sehingga Ibu kesulitan menyusui langsung dan memilih menggunakan media lain. Faktor penyebab itulah yang perlu segera dicari dan ditangani.

 

Bingung puting ini biasanya ditandai dengan bayi tidak mau menetek langsung ke payudara. Bayi akan melentingkan badan, mendorong-dorong payudara, memalingkan kepala dari payudara, dan marah-marah sangat rewel bila dihadapkan ke payudara. Bila mau menghisap pun, bayi tetap akan rewel dan meronta seperti tidak puas dan tidak ingin lama menetek karena aliran yang diinginkan bayi kurang deras dan teknik menghisap bayi sudah tidak betul. Bila ditemukan gejala seperti itu dan Ibu bertekad untuk bisa menyusui kembali (relaktasi) dengan lancar, Ibu perlu segera mencari bantuan klinik laktasi agar dapat relaktasi dan juga evaluasi faktor penyebab kesulitan menyusui sebelumnya. Untuk itu, agar bayi dapat kembali menyusu langsung dari payudara Ibu, diperlukan kemauan kuat dan kesabaran dari Ibu dan Ayah serta keluarga dalam menjalani proses relaktasi, juga pendampingan ketat oleh konsultan dan konselor laktasi, juga dengan bantuan perawat yang terlatih, melalui perawatan Metode Praborini yang efektif bila dilakukan di RS Sayang Ibu-Bayi agar masalah cepat dapat teratasi secara keseluruhan (holistik) dan tidak timbul masalah menyusui yang baru. Berdasarkan hasil penelitian, keberhasilan rawat inap bingung puting adalah sebesar 91,4%. 1,2,3,4

BANNER 728 x 90

 

Nursing Strike
Nursing strike merupakan kondisi saat bayi menolak untuk menyusui langsung dari payudara Ibu padahal belum waktunya untuk disapih (belum 2 tahun). Nursing strike ini ditandai dengan bayi yang tidak mau menyusu secara tiba-tiba, dengan atau tanpa disertai rewel saat dihadapkan dengan payudara Ibu. Penyebab bayi mogok menyusu, diantaranya adalah bayi sedang sakit dan merasa tidak nyaman di mulut akibat tumbuh gigi atau sakit dalam mulut/ tenggorokan, infeksi telinga yang membuat bayi merasa sakit karena tekanan telinga saat menyusu, aliran ASI yang kurang lancar atau menetes dengan lambat (bisa disebabkan ibu stress, marah, lelah, panik, sedih, dll).

 

Aroma Ibu yang berbeda karena mengganti parfum atau sabun, rasa ASI yang berbeda karena makanan atau obat yang dikonsumsi Ibu, bayi mengalami stres karena perjalanan jauh atau pindah rumah/kamar, serta terpisah dari Ibu cukup lama juga dapat menjadi penyebab nursing strike. Banyak hal yang turut serta mempengaruhi mogok menyusu pada bayi sehingga diperlukan penanganan segera dengan rawat inap di RS Sayang Ibu-Bayi untuk mengembalikan bayi menyusu ke Ibu dengan lancar kembali dengan pendampingan khusus dari konselor laktasi. Bila kondisi nursing strike dibiarkan berlarut-larut dan tidak ditangani dengan tepat dan segera, maka akan mengakibatkan bayi menyapih dini sebelum berusia 2 tahun.5

Induksi Laktasi
Induksi laktasi merupakan upaya yang dilakukan untuk merangsang proses menyusui pada seorang Ibu tanpa didahului proses kehamilan, misal pada Ibu adopsi, sehingga Ibu dapat menyusui bayi adopsinya dengan atau tanpa riwayat menyusui terdahulu. Proses pembentukan ASI dapat dikondisikan dengan pil yang mengandung hormon sintetis selama 3 minggu, kemudian produksi ASI diupayakan melalui ikatan batin dari kontak kulit ke kulit, hisapan bayi pada payudara Ibu yang efektif, dan bantuan obat dari konsultan laktasi. Oleh karena itu, untuk dapat mengawali prosesnya dengan baik, diperlukan rawat inap di RS Sayang Ibu-Bayi untuk pemasangan alat bantu menyusui dan memantapkan proses awal menyusui yang baik dengan pendampingan khusus dokter laktasi bagi Ibu dan bayinya. 6,7,8

Mastitis
Mastitis merupakan kondisi peradangan payudara yang dapat disertai maupun tidak disertai dengan infeksi. Biasanya kondisi ini terjadi pada minggu kedua dan ketiga setelah melahirkan, namun tetap dapat terjadi kapanpun selama masa menyusui. Penyebab utama mastitis adalah stasis ASI dan infeksi. Stasis ASI terjadi apabila ASI tidak dikeluarkan secara efisien dari payudara karena hisapan bayi yang tidak efektif, pembatasan frekuensi dan durasi menyusui, serta sumbatan saluran ASI yang dapat berujung menjadi salah satu media pertumbuhan bakteri. Sementara itu, infeksi bakteri tersering yang menjadi penyebab mastitis adalah Staphylococcus aureus. Untuk menghindarinya, Ibu dapat melakukan kontak kulit ke kulit segera setelah bayi lahir atau IMD (Inisiasi Menyusu Dini), sehingga organisme baik pada saluran napas dan kulit Ibu dapat berkembang di saluran napas dan mulut bayi. Tanda dan gejala mastitis, meliputi kondisi flu like syndrome, demam, teraba keras di area payudara disertai nyeri dan warna kulit memerah. Jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat, mastitis dapat berkembang menjadi abses. Oleh karena itu disarankan untuk segera rawat inap di RS Sayang Ibu-Bayi, agar ibu dapat istirahat (bedrest) dan mendapatkan obat-obatan yang efektif sambil terus menyusui bayi dengan pendampingan dokter konselor laktasi.9,10

Abses
Abses payudara merupakan kondisi perburukan peradangan payudara sehingga terbentuk nanah di dalam payudara. Nanah tersebut dapat keluar melalui puting atau tetap terkumpul dalam payudara dan berakhir dengan menipis serta robeknya payudara hingga nanah mengalir keluar. Agar dapat mencegah terjadinya abses dapat dilakukan inisiasi menyusu dini (IMD), menyusui semau bayi (on demand), memastikan bayi menghisap payudara dengan baik, menyusui eksklusif selama 6 bulan, dan meneruskan menyusui hingga usia 2 tahun, serta segera konsultasikan dengan ahli jika mengalami proses menyusui yang tidak nyaman. Sedangkan penanganan yang dilakukan bagi Ibu menyusui dengan abses payudara, yakni mengeluarkan nanah dengan prosedur operasi oleh dokter spesialis Bedah yang pro ASI. Sangat penting untuk rawat inap di RS Sayang Ibu-Bayi yang memiliki fasilitas laktasi yang baik, karena perlu dilakukan rawat gabung antara Ibu dan bayi agar payudara yang sakit dapat tetap disusui oleh bayi untuk mempercepat proses penyembuhan.9,10

  • Dengan melihat beberapa permasalahan yang ditemui Ibu saat menyusui, terlebih bagi Ibu menyusui yang mengalami kelima kondisi di atas, maka diperlukan rawat inap di RS Sayang Ibu-Bayi. Hal tersebut ditujukan agar meningkatkan kepatuhan dari Ibu selama proses penyembuhan penyakit, mencegah kepanikan dan stress yang terjadi pada Ibu dan keluarga, meningkatkan kepercayaan diri Ibu untuk menyusui, serta meningkatkan kesuksesan menyusui karena menyusui langsung (direct breastfeeding) hingga 2 tahun sangatlah penting, terutama untuk bonding Ibu dan bayi.

Referensi:

Praborini A, Purnamasari H, Munandar A, Wulandari RA. Hospitalization for nipple confusion a method to restore healthy breastfeeding. United States Lactation Consultant Association. 2016; 7(2): 69-76.

https://www.webmd.com/parenting/baby/nipple-confusion.
Genna CW, Sandora L. Normal sucking and swallowing. Jones & Bartlett Learning, LLC, an Ascend Learning Company. 2015.
Franca ECL, Sousa CB, Aragao LC, Costa LR. Electromyographic analysis of masseter muscle in newborns during suction in breast, bottle or cup feeding. BioMed Central Pregnancy and Childbirth. 2014;14: 4-7.
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/breastfeeding-strike/faq-20058157.
Praborini A, Febriyanti D, Subekti R. Induced lactation for adoptive breastfeeding dyads. United States Lactation Consultant Association. 2019; 10(3): 127-34.
Schnell, Alyssa. 2013. Breastfeeding without birthing. Amarillo: Praeclarus Press.
Szucs,Kinga A. Induced lactation and exclusive breast milk feeding of adopted premature twins. J Hum Lact. 2010; 26(3): 309-13.
Amir LH. Mastitis. ABM clinical protocol. Breastfeeding Medicine. 2014; 4: 239-43.

Leave a Reply

Your email address will not be published.