LAPORAN KEGIATAN ABM 24th Annual International Meeting di Mercure Dunkenhalgh Hotel Blackburn, United Kingdom, pada 17-19 Oktober 2019

LAPORAN KEGIATAN

ABM 24th Annual International Meeting

di Mercure Dunkenhalgh Hotel Blackburn, United Kingdom, pada 17-19 Oktober 2019

oleh

Hani Purnamasari, Sp.A, Msi.Med

BANNER 728 x 90

Dyah Febriyanti, IBCLC

 

ABM (Association of Breastfeeding Medicine) merupakan organisasi internasional yang beranggotakan dokter dan tenaga medis dari seluruh dunia yang berpraktek di segala bidang yang bersinggungan dengan ibu menyusui. Pada 17-19 Oktober 2019, ABM mengadakan pertemuan tahunan di Blackburn, Inggris. Sebelum acara utama, pertemuan tahunan ini diawali dengan Preconference Seminar bertempat di University of Central Lancashire dengan fokus pembahasan tentang peran BFHI (Breastfeeding-Friendly Hospital Initiation) oleh WHO dan UNICEF.

Pertemuan ini mendatangkan pembicara kelas dunia untuk membahas hasil-hasil penelitian dan informasi klinis terbaru di bidang breastfeeding medicine yang mencakup kesehatan ibu dan anak. Selain itu terdapat tambahan acara berupa workshop yang inovatif yang mendiskusikan mengenai cara mengatasi masalah baru yang berkembang dalam meningkatkan fungsi ABM sebagai organisasi internasional terutama bagi dokter dan paramedis yang berdedikasi dalam berbagai bentuk promosi, perlindungan, dan dukungan bagi ibu menyusui. Dengan mengikuti konferensi ini, maka kesempatan menambah ilmu sekaligus membangun jaringan dengan rekan-rekan dokter dalam breastfeeding medicine dari seluruh dunia menjadi terbuka lebar. Pada acara ini, terdapat lebih dari 72 pembicara ahli serta presentasi oral dan poster ilmiah.

Pada acara ini, dr. Hani Purnamasari, Sp.A, Msi.Med, dr. Achmad Mediana, Sp.OG, dan dr. Dyah Febriyanti, IBCLC berkesempatan untuk hadir sebagai peserta seminar-workshop dan penyaji poster ilmiah dengan judul ‘Correlation between maternal high pre-pregnancy BMI (Body Mass Index) and neonatal weight loss: A retrospective pilot study’. Berikut ringkasan acara seminar dan workshop tersebut.

 

Kamis, 17 Oktober 2019

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Chairman ABM: Michael Tobolic, MD dan Future Chairwoman Alison Stuebe, MD, OBGYN, dilanjutkan dengan materi berikut:

 

Riset terkini di bidang Menyusui – 2019 oleh Arthur Eidelman, MD FAAP FABM dari breastfeeding medicine Yerusalem, Israel

Sesi ini merangkum tujuh studi penelitian yang baru-baru ini diterbitkan. Studi-studi tersebut dipilih berdasarkan potensi relevansi klinis yang hasilnya dapat dipergunakan untuk memperbarui pedoman kesehatan masyarakat menyangkut kesehatan ibu menyusui dan bayinya.

 

Menyusui, Bed-sharing, & SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) oleh Helen Ball, BSc MA PhD dari Universitas Durham, Inggris

Presentasi ini memaparkan bukti penelitian tentang bagaimana dan di mana bayi tidur, beserta perbedaan pendapat yang ada. Secara alami, ibu menyusui dan bayinya memiliki kebutuhan untuk selalu dekat. Hal ini berkaitan dengan kegiatan menyusui saat tidur malam dan gangguan tidur pada ibu dan bayi. Terdapat pendapat bahwa lokasi tidur bayi adalah hal yang harus secara tegas dibedakan mana yang ‘baik’ dan ‘buruk’ karena terkait SIDS. Orang tua hendaknya mendapatkan informasi dan instruksi yang tepat sehingga dapat mengubah kebiasaan perawatan bayi demi mengurangi terjadinya SIDS. Pembicara menjelaskan apa saja yang harus diperhatikan oleh orang tua untuk dapat tidur bersama bayi dan mengusung panduan baru yang dapat dipergunakan oleh orang tua dan dokter.

 

Komunitas Menyusui Afrika Amerika oleh Kimarie Bugg, DNP MPH IBCLC dari  Lithonia, Georgia, AS

ASI merupakan nutrisi optimal untuk bayi. Keluarga Afrika-Amerika belum memiliki keleluasaan dan dukungan penuh untuk menyusui. Menyusui dianggap sebagai pilihan individual yang dilakukan oleh ibu dan keluarga, namun, keterbatasan informasi Masih menjadi masalah yang menyulitkan ibu untuk terus menyusui. Gerakan menyusui etnis Amerika Afrika (AA) saat ini didasarkan pada norma leluhur bayi di Afrika. Gerakan untuk meningkatkan pemberian ASI (juga disebut “makanan pertama”) telah dipelopori oleh para pemimpin di komunitas Afrika-Amerika yang berdedikasi tinggi untuk mendorong, melindungi, dan mendukung menyusui. Gerakan ini didukung oleh hibah dari Yayasan W.K. Kellogg.

 

Mengurangi Risiko SIDS sekaligus Mendukung Proses Menyusui oleh Peter Blair, BSc MSc PhD dari Universitas Bristol, Bristol, UK

Meskipun penelitian yang sudah ada menunjukkan bahwa menyusui dapat menurunkan risiko SIDS, masih banyak saran dari pihak medis kepada orang tua yang bertentangan dengan hal ini. Terdapat saran yang dapat menghambat proses menyusui dengan alasan berisiko SIDS. Ibu menjadi tidak leluasa menyusui karena takut. Presentasi ini membahas berbagai bukti epidemiologis mengenai hal-hal teknis seputar tempat tidur bayi. Beberapa hal yang dipertimbangkan antara lain:

  • Adanya banyak bantal dan boneka di tempat tidur bayi
  • Lokasi bayi untuk tidur: sendiri di box bayi atau bersama orang tua
  • Pemikiran masyarakat yang menilai tidur bersama bayi adalah hal yang membahayakan bayi (yang tidak sepenuhnya benar)
  • Angka kejadian SIDS di

 

Membangun Kepercayaan Diri Orang Tua dalam Membuat Pilihan untuk Mencegah SIDS oleh Christine McIntosh, BSc, MBChB, Dip.O & G, Dip.Paed.FRNZCGP, Doc.Cand. dari Universitas Auckland, Auckland, Selandia Baru

SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) adalah kematian mendadak pada bayi sehat berusia di bawah satu tahun tanpa ada gejala sebelumnya dan tidak ada penyebab yang jelas. SIDS merupakan penyebab utama kematian bayi di banyak negara. Para ahli sepakat bahwa sebagian besar kematian SIDS dapat dicegah, namun program pencegahan SIDS membutuhkan sistem yang baik dan konsisten. Untuk itu, Safe Sleep Calculator dikembangkan sebagai alat berbasis web untuk menilai 15 faktor risiko SIDS dan memberikan rekomendasi individual tentang pengurangan risiko tersebut. Hal ini memungkinkan dokter untuk memberikan saran individual yang objektif bagi keluarga tentang perilaku perawatan bayi untuk mengurangi risiko SIDS. Pembicara juga memaparkan pengalaman menerapkan Safe Sleep Calculator dalam pengaturan perawatan primer di Selandia Baru.

 

 

Jumat, 18 Oktober 2019

 

Manajemen Ibu dan Bayi Berisiko Beresiko di Bawah Enam Bulan (Management of At Risk Mothers and Infants/ MAMI) oleh Marie McGrath dari Oxford, Inggris

Presentasi ini memaparkan pengalaman dan penelitian mengenai kolaborasi internasional tentang manajemen ibu dan bayi berisiko di bawah enam bulan (MAMI). Tujuannya adalah untuk menjelaskan bagaimana mendukung ibu menyusui bayi berisiko. Intervensi yang terintegrasi diwujudkan dalam paket layanan perawatan terpusat dalam sistem kesehatan.  Selain itu, penyaji juga membahas tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan intervensi untuk menyusui ini beserta inovasi program dan penelitian lanjutan.

 

Mengakhiri Sponsorship Dokter Anak oleh Perusahaan Produsen Susu Formula – Studi Kasus RCPCH oleh Tony Waterston dari Newcastle Upon Tyne, Inggris

Berdasar temuan dari literatur, beberapa masalah timbul oleh adanya pendanaan /sponsorship dari produsen susu formula pengganti ASI (breast milk substitute) terhadap asosiasi dokter spesialis anak. Pembicara memaparkan pengalaman Royal College of Paediatrics and Children (RCPCH) di Inggris, selama 20 tahun terakhir termasuk upaya untuk mengakhiri sponsor oleh beberapa produsen formula termasuk Nestle dan Danone. Setelah disahkan dalam RUPS selama bertahun-tahun, anggota memberikan suara pada tahun 2017 untuk mengakhiri sponsor.

Pada tahun 2019, setelah perubahan kepemimpinan dan penerbitan dua makalah penting dalam jurnal medis terkemuka, kebijakan tersebut diubah untuk mengakhiri semua sponsor oleh produsen susu formula. Kesuksesan advokasi ini dilakukan melalui pendekatan oleh para anggota selama bertahun-tahun termasuk publikasi data penting dalam jurnal medis dan pemilihan pemimpin yang berdedikasi pada perubahan kebijakan untuk lebih mendukung ibu menyusui.

 

Mempengaruhi Pergeseran Paradigma dalam Baby Friendly Initiative (BFI) di Inggris oleh Fiona Dykes, PhD MA RM ADM FHEA dari University of Central Lancashire, Preston, UK

Dalam presentasi ini, pembicara menjelaskan sebuah program penelitian yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan paradigma di UNICEF UK Baby Friendly Initiative (BFI). Pada tahun 2013, Unicef ​​UK BFI menerbitkan serangkaian standar berbasis bukti yang direvisi untuk semua layanan bersalin dan kesehatan anak. Penekanan khusus dilakukan pada dukungan menyusui bagi ibu dan bayi.

 

Kebangkitan dan Peran Bank ASI oleh Natalie Shenker, BM BCh (Oxon) PhD (Imp) dari Hearts Milk Bank, Hertfordshire, UK

Pemberian ASI memberi nutrisi dan melindungi bayi baru lahir. ASI membentuk sistem kekebalan tubuh bayi, mikrobioma dalam tubuh bayi, dan mendukung berbagai proses perkembangan sistem organ tubuh bayi. Jika ASI donor digunakan secara tepat sebagai cara agar bayi sakit dan bayi prematur mendapat ASI, maka hal ini akan memperkecil terjadinya kegagalan menyusui. Hearts Milk Bank yang berpusat di Inggris yang telah bekerja lebih dari 2 tahun berupaya untuk meningkatkan kapasitas bank ASI dan memfasilitasi penelitian untuk menentukan penggunaan ASI donor yang optimal didukung oleh ilmu pengetahuan terbaru.

 

 

Sabtu, 19 Oktober 2019

 

Biomekanika Menyusui: Studi Berbasis Teknik Tentang Proses Menyusui oleh Michael Woolridge, BSc DPhil dari Great Ormond Street dan Institut Kesehatan Anak, University College of London, London, Inggris

Materi ini mengulas bahwa memahami cara bayi mengeluarkan ASI dari payudara ibu sangat penting untuk manajemen menyusui yang sehat dan efektif. Hal ini diperlukan untuk mengoptimalkan transfer ASI dari ibu ke bayi, pada gilirannya, memungkinkan seseorang untuk memaksimalkan transfer nutrisi kaya kalori (terutama lemak).

Selama beberapa abad, pemahaman yang ada mengenai proses menyusui adalah bahwa bayi mengeluarkan ASI dari payudara dengan kombinasi hisapan, penekanan payudara, relaksasi rahang bayi ketika menyusu, dan gerakan lidah yang ritmis. Berdasarkan hal ini, prinsip inti dari pelatihan WHO / UNICEF berfokus pada ‘posisi’ dan ‘pelekatan’ bayi saat menyusu. Dalam dekade terakhir, pemahaman ini ditelaah lebih jauh dengan penggunaan peralatan ultrasound modern dan pemodelan anatomi payudara berdasarkan teknik (khususnya sistem saluran ASI) dan hisapan bayi. Penelitian membantah pendapat bahwa hisapan saja cukup untuk mengeluarkan ASI. Gerakan peristaltik pada lidah bayi memegang peranan penting dalam proses bayi menyusu. Karena itu, posisi dan pelekatan harus didukung oleh kemampuan gerak lidah bayi yang baik.

 

Antibiotik dan Menyusui oleh Monica Pina, MD (internis) dari IMDJC, Lisbon, Portugal

Pembicara membahas tentang pentingnya penggunaan antibiotik yang benar untuk menghindari resistensi pada ibu dan bayi. Pembahasan juga melibatkan pengetahuan terkini tentang efek antibiotik pada mikrobioma normal dan kemungkinan implikasi dalam kesehatan. Pembicara juga menjelaskan indikasi untuk pemberian antibiotik untuk ibu menyusui.

 

Gangguan Mood Menyusui dan Perinatal oleh Maria Enrica Bettinelli, MD IBCLC dari Universitas Milan, Milan, Italia

Menyusui dan gangguan mental perinatal terikat pada sistem neurobiologis yang sama. Neurosains menunjukkan adanya keterkaitan. Pengalaman ibu menyusui bayi pada tahun-tahun awal kehidupan menjadi dasar bagi kesehatan fisik dan mental bayi di masa depan. Menghindari stres toksik sejak dini sangat penting dalam mencegah masalah mental baik pada bayi maupun pada ibu. Depresi pada ibu, gangguan mental dari figur orang tua terutama ibu, memiliki efek negatif pada bayi dan anak-anak. Ibu yang depresi tidak dapat berinteraksi baik dengan anaknya. Kemudian hari, anak dapat mengalami efek permanen karena dibesarkan oleh orang tua yang berjuang menghadapi depresi kronis.0

Menurut penelitian terbaru, membantu mengurangi stres pada tahap awal, juga memungkinkan nutrisi yang optimal bagi bayi. Hubungan interaksi yang responsif merupakan hal mendasar bagi ibu menyusui dan bayinya. Menyusu pada masa awal kehidupan memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan mental anak dan remaja. Respons ibu kepada anak mereka dengan baik dan konsisten adalah kunci untuk mengatasi efek jangka panjang ini. Dengan mengingat bahwa kesuksesan menyusui terkait erat dengan kesehatan mental ibu dan bayi kelak, dukungan terhadap ibu menyusui menjadi penting.

 

 

 

Berikut ini adalah poster yang dibawakan:

 

 

Correlation between maternal high pre-pregnancy BMI (Body Mass Index) and neonatal weight loss: A retrospective pilot study

Dyah Febriyanti, Hani Purnamasari, Asti Praborini, Achmad Mediana
Kemang Medical Care Women and Children Hospital
Jakarta, Indonesia

 

Abstract

Introduction: Breastfeeding in early days is important to the two years or beyond breastfeeding relationship. It is closely correlated to milk production, named lactogenesis. DOL (delayed onset of lactation) affects lactogenesis and leads to higher neonatal weight loss. DOL is potentially associated with maternal BMI (Body Mass Index) in mother with pre-pregnancy obesity. This study aim was to investigate the correlation between maternal pre-pregnancy high BMI (overweight and obesity) and neonatal weight loss during first three days of life.

Design and methods: The retrospective pilot study was done at Kemang Medical Care (KMC) Women and Children Hospital in South Jakarta, Indonesia. We collected medical records of breastfeeding dyads whose neonates were born on April 1st, 2018 – May 31st, 2018. Data extracted from the medical records included demographic information, mother’s pre-pregnancy BMI, neonates’ birth weight, methods of delivery, neonates’ weight loss during the first three days postnatal care at the hospital. We used inclusion and exclusion criteria and categorized the mothers based on pre-pregnancy BMI. The results were described and analysed using independent T-test test and one way ANOVA for expanded group.

Results: We got eligible study participants (n = 133). The mean neonatal weight loss among high pre-pregnancy BMI mothers (7.21% for overweight and 8.12% for obesity) was greater than the mothers with normal BMI (6.09%). High significant correlation between maternal pre-pregnancy high BMI and higher neonatal first three days weight loss does exists (P<0.001).

Discussion: Maternal pre-pregnancy high BMI (overweight and obesity) poses more risk to neonatal weight loss during first three days. Neonatal weight loss of mother with pre-pregnancy obesity and mother with overweight is highest among all study participants. It indicates possible breastfeeding problems and may leads to supplementation or early breastfeeding cessation. This study demonstrated that high maternal pre-pregnancy BMI may have impact to breastfeeding.

Conclusions: Mothers who have pre-pregnancy high BMI (overweight and obesity) pose risks of higher neonatal weight loss during three days after delivery and breastfeeding problem.

Keywords:  maternal obesity, BMI, neonatal weight loss, breastfeeding

 

Dokumentasi

dr. Dyah Febriyanti, IBCLC berfoto di samping posternya bersama dr. Sudha Chandrasekhar, Sp. A dari Phoenix Medical Hospital USA

 

 

dr. Dari kiri ke kanan: dr. Hani Purnamasari, Sp.A, Msi.Med; dr. Alison Stuebe, Sp.OG (ketua ABM terpilih), dr. Dyah Febriyanti, IBCLC; dan dr. Achmad Mediana, Sp.OG

 

dr. Dyah Febriyanti, IBCLC menjelaskan posternya kepada dr. Sudha Chandrasekhar, Sp. A dari Phoenix Medical Hospital USA
dr. Dyah Febriyanti, IBCLC bersama perwakilan LLLI (La Leche League International ) cabang Inggris Raya dalam networking session

 

 

Dari kiri ke kanan: dr. Dyah Febriyanti, IBCLC; dr. Sudha Chandrasekhar, Sp. A dan dr. Hani Purnamasari, Sp.A, Msi.Med

 

dr. Achmad Mediana, Sp.OG dalam sesi tanya jawab di penghujung seminar

 

Dari kiri ke kanan: Mina Jasovic, IBCLC, dr. Roxanne Arcinue, Sp. A (neonatologis dari Los Angeles Children’s Hospital ), dan dr. Hani Purnamasari, Sp.A, Msi.Med

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.