Menyusui dapat mencegah resiko penyakit kawasaki

Oleh : dr. Annisa Putri

 

Definisi

Penyakit Kawasaki adalah penyakit vaskulitis sistemik akut yang menjadi penyebab tersering penyakit jantung didapat pada anak di negara berkembang3. Penyakit Kawasaki pertama kali dijelaskan oleh Tomisaku Kawasaki pada tahun 1967 di Jepang, sehingga untuk menghormati penemunya disebut Kawasaki2.

Prevalensi

Sebuah studi menjelaskan sebanyak 88% insiden terjadinya penyakit kawasaki ini terjadi pada anak dibawah usia 4 tahun2. Jepang dan Korea  merupakan negara dengan insiden tertinggi terjadinya penyakit kawasaki, namun pada beberapa negara berkembang terjadi peningkatan penyakit ini3. Di Indonesia, penyakit kawasaki masih jarang dilaporkan, sekitar lebih dari 100 kasus terutama sekitar Jabotabek dan 19 kasus pernah  dilaporkan di Surabaya2. Kasus yang ditemukan ini diduga hanya sebagian kecil dari kasus sebenarnya namun tidak terdeteksi2.

BANNER 728 x 90

Etiologi

Etiologi penyakit ini belum diketahui, beragam faktor dan mekanisme abnormal menjadi penyebab diantaranya faktor infeksi (bakteri dan virus), genetik dan autoimun2,3.

Gejala klinis dan perjalanan penyakit

Manifestasi klinis berdasarkan adanya demam 5 hari ditambah 4 dari 5 kriteria diagnostik seperti eritema bibir atau rongga mulut, ruam kulit, pembengkakan pada tangan dan kaki, mata merah dan pembesaran kelejar getah bening di leher2. Pasien yang menderita penyakit Kawasaki mudah terjadi komplikasi peradangan pembuluh darah pada jantung, terutama pasien yang tidak diobati secara dini dalam perjalanan penyakit2. Komplikasi ini berdampak stresor cukup besar pada pasien dan keluarga dimana terdapat studi yang dilakukan oleh Soultana dkk4 dampak stresor yang terjadi pada penderita penyakit kawasaki dan keluarga lebih tinggi dibandingkan mereka yang terdiagnosa kanker walaupun penyembuhannya sama3. Penyakit kawasaki yang tidak diobati, angka kematiannya dapat mendekati 1%, yang terjadi dalam waktu 6 minggu sejak sakit3.

Menyusui dapat mencegah Kawasaki

Adapun manfaat menyusui dapat menurunkan angka kesakitan dan resiko kematian yang disebabkan penyakit infeksi dalam 2 tahun pertama kehidupan bayi, dalam hal ini menyusui dan asi menjadi acuan yang sesuai untuk pola menyusu dan nutrisi pada anak5. Kondisi ini diperkuat dari hasil penelitian yang dilakukan di UK oleh Quigley dkk(2) bahwa menyusui yang benar dapat mencegah angka kesakitan anak yang disebabkan diare dan infeksi saluran pernafasan5. Demikian pula hasil riset yang dilakukan oleh Kramer dkk(3) juga mengatakan menyusui eksklusif selama 6 bulan menurunkan resiko penyakit gastrointestinal dan alergi5. Berdasarkan hasil peneltian dan riset tersebut maka sangat direkomendasikan menyusui dilakukan pada 6 bulan pertama kehidupan dan tetap melanjutkan sampai usia 2 tahun1.

Menyusui 6 bulan dan tetap melanjutkan sampai dengan 2 tahun memiliki peranan penting dalam memberikan efek perlindungan melawan berbagai infeksi, kandungan yang terdapat dalam asi juga dapat mendukung perkembangan sistem imum pada anak1. Hal ini imun berperan penting dalam perkembangan berbagai penyakit terutama penyakit yang menjadikan sistem imun sebagai kunci utama awal mula penyakit termasuk penyakit Kawasaki1.

Perkembangan penyakit kawasaki ini lebih lanjut dibuktikan dari sebuah survey longitudinal tahun 2010, pada 37.630 bayi usia 6 sampai 30 bulan yang melihat adanya perbandingan pola menyusu dan angka terjadinya penyakit kawasaki1. Sebanyak 232 menderita penyakit kawasaki, yang menyusu secara eksklusif lebih kecil terkena penyakit kawasaki dibandingkan dengan mereka yang minum susu formula1,3. Penelitian ini memberikan petunjuk bahwa adanya efek perlindungan yang dihasilkan dari proses menyusui dengan memperoleh Kolostrum (asi yang pertama keluar setelah kelahiran selama beberapa hari) yang mengandung banyak immunoglobulin mempunyai berbagai manfaat untuk bayi, salah satunya berhubungan dengan penyakit kawasaki1. Terdapat dua alasan dasar akan hal tersebut yaitu ibu memberikan faktor pendukung imun seperti Immunoglobulin A, oligosakarida, laktoferin, nukelotida yang di berikan kepada bayinya melalui asi dan juga dapat mencegah atau melawan infeksi yang memicu respon imun abnormal, kedua menyusui mendukung kematangan system imun yang dapat menurunkan potensi terpicunya respon yang dapat menimbulkan reaksi radang karena asi mempunyai banyak kandungan termasuk allergen yang dapat menguatkan dan mendukung perkembangan sistem imun1. Efek perlindungan yang terdapat dalam asi inilah menjadi kemungkinan adanya anti infeksi secara luas pada angka terjadinya penyakit Kawasaki1.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan dari tulisan dan data diatas bahwa menyusui eksklusif 6 bulan dan tetap melanjutkan sampai 2 tahun sangat disarankan, adanya faktor imun juga pencegahan infeksi menjadi alasanya untuk mencegah resiko penyakit kawasaki.

 

Sumber :

  1. Yorifuji T, Tsukahara H, Doi H. Breastfeeding and risk of Kawasaki Disease: A nationwide longitudinal survey in Japan. Pediatrics. 2016;137:e20153919.
  1. Advani N, Mengenal Penyakit Kawasaki. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2004.
  1. Joseph L Mathew, Can Breastfeeding in Early Life Protect Infants and Children from Kawasaki Disease. Indian Pediatric. 2016.
  2. Soultana Kourtidou, April E. Slee, Margaret E. Bruce, Rita M. Mangione-Smith, Michael A. Portman. Kawasaki Disease Substantially Impacts Health Related Quality of Life. The Journal of Pediatrics. 2017.
  3. Bernardo L. Horta, MD, PhD, Cesar G. Victora, MD, PhD. Long Term Effects of Breastfeeding. WHO. 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published.