Kalori dalam ASI dan Kebutuhan Kalori pada Bayi

Ditulis oleh dr. Dyah Febriyanti, IBCLC

 

Kalori dalam ASI

 

Komposisi ASI secara garis besar terdiri dari 87% air, 3.8% lemak, 1.0% protein, dan 7% laktosa1. Lemak dan laktosa merupakan sumber energi terbesar pada ASI, yakni kurang lebih 50-65% dan 35-40%. Laktosa merupakan bentuk karbohidrat yang terbanyak di dalam ASI, dengan kadar sekitar 7g/dL2. Secara umum, lemak dalam ASI matur setelah 21 hari post partum berada dalam kisaran yang cukup konstan yakni 3,5 hingga 4,5%. Pada ibu yang meneteki, kalori yang didapatkan dari lemak, laktosa, dan sedikit dari protein tersebut berkisar antara 65-70 kkal/dL3. Kalori rerata dalam ASI sebesar 67 kkal/dL 4.

 

Kalori dalam ASI (rata-rata) : 67 kkal/dL

 

Komposisi ASI berubah dinamis seiring waktu, bergantung pada kebutuhan dan pertumbuhan bayi. Komposisi makronutrien ASI bayi matur lebih sedikit mengandung lemak dan air. Hal-hal lain yang dapat mempengaruhi kandungan lemak dalam ASI antara lain IMT (Indeks Masa Tubuh) ibu, kenaikan berat badan saat hamil, paritas, kembalinya menstruasi, dan frekuensi menyusui3.  Sebaliknya, produksi lemak dan laktosa untuk sumber kalori pada ASI juga berpengaruh terhadap berat badan ibu. Ibu yang menyusui cenderung lebih mudah kembali ke berat badan sebelum hamil.5

Selain itu, ibu dengan produksi ASI yang lebih banyak, cenderung memproduksi ASI dengan konsentrasi lemak dan protein lebih rendah namun kadar laktosa lebih tinggi. Jumlah kalori pada ASI dari ibu (normal supply) yang meneteki saja lebih tinggi daripada kandungan kalori pada ibu yang mixed feeding (dengan formula)6. Sedangkan diet atau makanan ibu tidak berpengaruh baik terhadap jumlah laktosa dan jumlah lemak dalam ASI, tapi hanya mempengaruhi jenis lemak yang ada di dalam ASI4. Sehingga jenis makanan ibu tidak berpengaruh terhadap kalori dalam ASI kecuali ibu dalam keadaan gizi buruk. Meskipun demikian, keadaan sangat kelaparan dan dehidrasi dapat mengurangi volume ASI.

BANNER 728 x 90

Pada bulan pertama, kandungan kalori dalam ASI bayi prematur dan ASI bayi matur, sebagai berikut7:

  ASI bayi prematur ASI bayi matur
3-5 hari 58 kkal/dL 48 kkal/dL
8-11 hari 71 kkal/dL 59 kkal/dL
15-18 hari 71 kkal/dL 62 kkal/dL
26-29 hari 70 kkal/dL 62 kkal/dL

 

 

Kebutuhan Kalori Pada Bayi

 

Kebutuhan energi seseorang tergambar pada jumlah ‘kalori’ yang dibutuhkan per unit berat badan. Kilokalori merupakan ukuran energi yang disediakan makanan bagi tubuh. Secara teknis, 1 kilokalori merupakan jumlah energi (berupa panas) yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu 1 kilogram air sebanyak 10C8. Indikator umum yang menunjukkan bahwa bayi mendapatkan kilokalori per hari yang cukup adalah pertambahan panjang badan, berat badan, dan lingkar kepala. Kebutuhan kilokalori bayi 0-1 tahun secara garis besar kurang lebih 100–120 kkal/kg/hari9.

Perkiraan kebutuhan kalori berdasar umur secara teknis dihitung berdasarkan umur dan berat badan, sebagai berikut4:

  • 0-3 bulan             = (89 x BB dalam kg – 100) + 175
  • 4-6 bulan             = (89 x BB dalam kg – 100) + 56
  • 7-12 bulan             = (89 x BB dalam kg – 100) + 22
  • 13-35 bulan = (89 x BB dalam kg – 100) + 20

 

Saat awal bayi mulai perkenalan MPASI, sumber kalori utama adalah ASI kemudian berangsur berkurang dan mendekati 24 bulan sumber kalori utama bayi adalah makanan. Intake kalori yang direkomendasikan (recommended calorie intakes) untuk bayi menetek adalah sebagai berikut 4:

 

Umur Perkiraan kebutuhan kalori per hari Kalori dari ASI Kalori dari MPASI
6-8 bulan 682 486 196
9-11 bulan 830 375 455
12-24 bulan 1.092 313 779

 

Perkiraan kebutuhan kalori pada bayi adalah sebagai berikut: 8

 

  • Bayi laki-laki
Umur (bulan) Perkiraan Berat Badan (kg) Perkiraan Kebutuhan Kalori (kCal/hari)
1 4,4 472
2 5,3 567
3 6,0 572
4 6,7 548
5 7,3 596
6 7,9 645
7 8,4 668
8 8,9 710
9 9,3 746
10 9,7 793
11 10 817
12 10,3 844

 

  • Bayi perempuan
Umur (bulan) Perkiraan Berat Badan (kg) Perkiraan Kebutuhan Kalori (kCal/hari)
1 4,2 438
2 4,9 500
3 5,5 521
4 6,1 508
5 6,7 553
6 7,2 593
7 7,7 608
8 8,1 643
9 8,5 678
10 8,9 717
11 9,2 742
12 9,5 768

Sumber: United States Department of Agriculture, 2009

 

Daftar pustaka

  1. Martin, Ling dan Blackburn. Review of Infant Feeding: Key Features of Breast Milk and Infant Formula. Nutrients 2016, 8, 279
  2. World Health Organization. 2009. Infant and Young Child Feeding: Model Chapter for Textbooks for Medical Students and Allied Health Professionals.
  3. Ballard, Olivi., dan Morrow,Ardythe L. Human Milk Composition: Nutrients and Bioactive Factors. Pediatr Clin North Am. 2013 60(1)
  4. International Lactation Consultant Association. 2013. Core Curriculum for Lactation Consultant 3rd Edition. Jones & Bartlett Learning. p340
  5. Baker, J.L et al. 2008. Breastfeeding Reduces Postpartum Weight Retention. Am Soc Clin Nutr 2008 vol. 88 (6) 1543-1551
  6. Prentice, Philippa dkk. 2016. Breast milk nutrient content and infancy growth. Acta Pædiatrica 2016 105, pp. 641–647
  7. Riordan & Wambach. 2016. Breastfeeding and Human Lactation, enhanced 5th Jones & Bartlett Learning. p 419-468
  8. United States Department of Agriculture. 2009. Infant Nutrition and Feeding: A Guide for Use in the WIC and CSF Program. Hlm 12-14

H. Al-Salem. 2014. An Illustrated Guide to Pediatric Surgery. Springer International Publishing Switzerland. hlm 5-7

Leave a Reply

Your email address will not be published.