Cara Memerah Asi Dan Penyimpanannya

Memerah ASI dan Penyimpanan

  • Pastikan Ibu mencuci tangan dengan bersih sebelum memerah ASI maupun menyimpannya.
  • Wadah penyimpanan harus dipastikan bersih, Ibu dapat menggunakan botol kaca atau kontainer plastik dengan tutup yang rapat dan berbahan bebas bisphenol A (BPA).
  • Kontainer harus dicuci dengan air panas dan sabun serta dianginkan hingga kering sebelum dipakai.
  • Boleh menggunakan plastik es mambo, disarankan dirangkap dua untuk menghindari pecah karena pemuaian ASI saat dibekukan.
  • Simpanlah ASI sesuai kebutuhan bayi – Pastikan bahwa wadah ASI telah di beri label berisi nama anak dan tanggal ASI diperah.
  • Tanggal kapan ASI diperah perlu dicantumkan untuk memastikan bahwa ASI yang dipakai adalah ASI yang terbaru (last in first out/LIFO).
  • Jangan mencampur ASI yang telah dibekukan dengan ASI yang masih baru pada wadah penyimpanan. Jangan menyimpan sisa ASI yang sudah dikonsumsi untuk pemberian berikutnya.
  • Putarlah kontainer ASI agar bagian yang mengandung krim pada bagian atas tercampur merata.
  • Jangan mengocok ASI karena dapat merusak komponen penting dalam susu.

 

Memerah ASI dengan Tangan

  • Cuci tangan dengan seksama.
  • Duduklah dengan nyaman.
  1. Letakkan ibu jari di atas batas atas areola (jam 12) dan jari telunjuk di bawah batas bawah areola (jam 6), berhadapan dengan ibu jari.
  2. lbu jari dan telunjuk ditekan ke arah dalam menuju dinding dada. Sebaiknya, hindari menekan terlalu dalam. Dengan gerakan ke depan, pijat kalang susu ke arah depan sehingga memerah ASI dalam gudang susu.
  3. Tekan lepas, lalu tekan dan lepas sampai aliran ASI berkurang.
  4. Pindahkan ke bagian lain, jari di sekitar “jam 9” dan “jam 3“. Tekan areola dengan cara yang sama, tapi dari samping.

 

Memerah satu payudara sekurangnya 3-5 menit sampai aliran ASI melambat, lalu perah payudara yang lain.

Memerah Payudara biasanya sekitar 20-30 menit

 

Menghangatkan ASI

BANNER 728 x 90
  • Cek tanggal pada label wadah ASI. Gunakan ASI yang paling baru (last in first out/LIFO).
  • ASI tidak harus dihangatkan. Beberapa ibu memberikannya dalam keadaan dingin.
  • Untuk ASI beku, pindahkan wadah ke lemari es selama 1 malam atau ke dalam bak berisi air dingin. Naikkan suhu air perlahan-lahan hingga mencapai suhu pemberian ASI.
  • Untuk ASI dalam lemari es, hangatkan wadah ASI dalam bak berisi air hangat atau air dalam panci yang telah dipanaskan selama beberapa menit. Jangan menghangatkan ASI dengan api kompor secara langsung.
  • Jangan menaruh wadah dalam microwave karena tidak dapat memanaskan ASI secara merata, dan microwave justru dapat merusak komponen ASI serta membentuk bagian panas yang melukai bayi. Botol juga bisa pecah bila dimasukkan ke microwave dalam waktu lama.
  • Goyangkan botol ASI dan teteskan pada pergelangan tangan terlebih dahulu untuk mengecek apakah suhu sudah hangat.
  • Jangan membekukan ulang ASI yang sudah dihangatkan.

 

Membekukan ASI

  • Kencangkan tutup botol pada saat ASI telah membeku sepenuhnya.
  • Sisakan ruang sekitar 2,5 cm dari tutup botol karena volume ASI akan meningkat pada saat beku.
  • Jangan menyimpan ASI pada bagian pintu lemari es atau freezer

 

Cara Menyimpan ASI

Leave a Reply

Your email address will not be published.