Apa sajakah manfaat ASI bagi bayi

Berdasarkan rekomendasi WHO-UNICEF di Geneva pada 1979, menyusui merupakan bagian terpadu dari proses reproduksi yang memberikan makanan bayi secara ideal dan alamiah serta merupakan dasar biologis dan psikologis yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan. ASI memiliki banyak manfaat baik bagi bayi maupun ibu. Manfaat tersebut tidak dapat tergantikan oleh makanan bayi buatan apa pun.

Manfaat ASI bagi bayi yang utama adalah sebagai sumber makanan bayi.

ASI memenuhi kebutuhan gizi bayi yang paling tepat. Komposisi ASI sesuai dengan kebutuhan, sehingga berubah seiring bertambahnya umur bayi. ASI selain mengandung zat makanan juga mengandung enzim pencernaan makanan sehingga ASI mudah dicerna dan diserap sempurna.  Karena itu, bayi akan sering merasa lapar. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi bayi maka pertumbuhan dan perkembangan bayi akan optimal.

Di dalam ASI terkandung berbagai zat dan sel hidup yang dapat menangkal penyakit dan alergi.

Kandungan tersebut antara lain makrofag, limfosit, immunoglobulin, laktoferin, dan faktor bifidus yang dihasilkan oleh ‘kuman baik’ Lactobacilus bifidus. Selain itu di dalam ASI terdapat SIgA (secreted Immunoglobulin A) yang mencegah alergi. ASI juga mengandung zat anti kanker. Dengan menetek langsung, kandungan ASI di atas akan masuk ke tubuh bayi secara langsung dalam kondisi yang baik dan bayi mendapat ASI dalam suhu yang tepat.

BANNER 728 x 90

Pemberian ASI dengan menetek langsung juga akan mengoptimalkan perkembangan bayi.

Saat menetek langsung, selain memperoleh nutrisi dari ASI, bayi juga mendapat stimulasi dari ibu. Bayi melihat ekspresi wajah ibu, mendengar suara ibu, dan merasakan sentuhan ibu saat meneteki sehingga menstimulasi perkembangan otak bayi.

Tidak hanya secara fisik, manfaat ASI bagi bayi juga meliputi aspek psikologis bayi.

Bayi dapat terstimulasi dengan baik oleh ibunya sehingga terbangun rasa percaya diri pada bayi. Dengan demikian ikatan batin antara ibu dengan bayi juga terjalin dengan baik. Hal ini dapat mengurangi resiko terjadinya kenakalan atau kebrutalan saat dewasa nanti.

Tidak hanya bagi bayi, ASI juga bermanfaat bagi Ibu.

Setelah melahirkan ibu akan memiliki resiko lebih rendah untuk mengalami perdarahan setelah melahirkan dan anemia. Kembalinya rahim ke ukuran semula pun akan lebih cepat. Ibu juga akan lebih mudah kembali ke berat badan semula. Selain itu, ASI lebih mudah pemberiannya, lebih hemat biaya dan waktu. Selain itu, resiko ibu untuk menderita kanker payudara dan indung telur, serta osteoporosis akan berkurang.

Secara psikologis, ibu juga diuntungkan dengan meneteki langsung.

Ibu akan memiliki rasa dibutuhkan. Kecemasan dan depresi pasca melahirkan juga akan berkurang. Untuk ibu bekerja, ibu akan dapat bekerja lebih efisien apabila bayi jarang sakit. Menyusui juga dapat digunakan sebagai KB sementara, dengan syarat:

  1. Bayi berusia belum 6 bulan dan
  2. Ibu belum haid kembali dan
  3. Bayi diberi ASI eksklusif

Nah, itulah manfaat ASI bagi bayi dan ibu. Mari perjuangkan hak bayi menyusu eksklusif 6 bulan dan dilanjutkan hingga 2 tahun!

Leave a Reply

Your email address will not be published.